Home > Civil Engeneering > SHE (Safety, Healthy and Enveronment)

SHE (Safety, Healthy and Enveronment)

Seminggu yang lalu, saya mengikuti seminar sehari tentang SHE (Safety, Healty and Environment) atau bahasasafety4a sederhanya adalah K3. Sebenarnya kalo anda baca buku atau referensi yang lain K3 singkatan dari Keselamatan dan kesehatan kerja. Mengapa K3 itu penting dalam proyek konstruksi?? Karena memang proyek konstruksi pada umumnya merupakan kegiatan yang banyak mengandung unsur bahaya. Hal tersebut meyebabkan industri konstruksi mempunyai catatan yang buruk dalam hal keselamatan dan kesehatan kerja. Situasi dalam proyek mencerminkan karakter yang keras dan kegiatannya terlihat sangat kompleks dan sulit dilaksanakan sehingga dibutuhkan stamina yang prima dari pekerja yang melaksanakannya.

Sebenarnya masalah SHE atau K3 tidak hanya pada masalah proyek konstruksi saja? Di lingkungan kita sehari-hari saja banyak sekali potensi bahaya yang tidak sedikit mengancam hidup kita. Misanya saja, diruangan ber AC tetap merokok padahal yang bersangkutan tahu bahwa ruangan ber AC tidak boleh merokok, yang terkena dampaknya justru yang tidak merokok (perokok pasif). Mengendarai kendaraan sembari telpon, sms, padahal tidak penting-penting amat untuk dijawab, dibalas dan tidak sedikitpula kecelakaan yang diakibatkan masalah ini. Stop kontak yang sudah renggang, sehingga colokan tidak bisa kokoh atau dengan kata lain mudah goyang. Hal tersebut, bila dibiarkan mengakibatkan konsleting listrik yang bisa jadi menimbulkan kebakaran. Beberapa contoh kecil seperti itu terkadang diabaikan oleh kita. Meskipun sederhana, namun dampaknya sangat besar. Dibutuhkan kesadaran dan kepekaan untuk melihat dan memahami masalah ini. Perlu latihan untuk membangun kesadaran dalam menangkap fenomena potensi bahaya di lingkungan kita sendiri.

safety6a1Tak dipungkiri memang lokasi proyek merupakan salah satu lingkungan kerja yang mengandung resiko cukup besar. Tim manajemen sebagai pihak yang bertanggung jawab selama proses pembangunan berlangsung harus mendukung dan mengupayakan program-program yang dapat menjamin agar tidak terjadi/ meminimalkan kecelakaan kerja atau tindakan preventif.

Hubungan antarpihak yang berkewajiban memperhatikan masalah K3 dalah kontraktor utama dengan subkotraktor. Kewajiban kontraktor dan rekan kerjanya adalah mengasurasikan pekerjanya selama masa pembangunan berlangsung. Pada rentang waktu pelaksanaan pembangunan, kontraktor utama maupun subkontraktor sudah selayaknya tidak megizinkan pekerjanya untuk beraktivitas bila terjadi hal-hal berikut :

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

1. Tidak mematuhi peraturan keselamatan dan kesehatan kerja

2. Tidak menggunakan peralatan pelindung diri selama bekerja

3. Mengizinkan pekerja menggunakan peralatan yang tidak nyaman

Secara umum, setiap pekerja kontruksi harus mematuhi dan menggunakan peralatan perlindungan dalam bekerja sesuai safety6bperaturan keselamatan dan kesehatan kerja dalam setiap kotrak kerja yang dibuatya. Lantas apa yang dapat dilakukan, seandainya sudah terjadi kecelakaan ?? Sebelum saya membahas pertanyaan ini, ada baiknya kita teliti dulu faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja antara lain :

1. Faktor pekerja itu sendiri

2. Faktor metode konstruksi

3. Peralatan

4. Manajemen

Reputasi sebuah perusahaan konstruksi salah satunya ditentukan oleh catatan histories pengelolaan pekerja di proyek, terutama seberapa sering terjadinya kecelakaan kerja di proyek yang sedang dikelolanya. Jika semakin sering, tentunya berakibat kurang baik bagi tim proyek khususnya dan perusahaan. Pengaruhnya terhadap kemungkinannya untuk memperoleh proyek pada masa-masa mendatang dan apabila sebuah perusahaan tidak berhasil medapatkan proyek maka eksistensi perusahaan tersebut perlu ditanyakan karena sumber pendapatan perusahaan konstruksi sepenuhnya berasal dari jumlah proyek yang berhasil diperolehnya.

safety7aKesuksesan program K3 tidak lepas dari peran berbagai pihak yang saling terlibat, berinteraksi dan bekerj sama. Hal ini sudah seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan pembangunan proyek konstruksi, yang dilakukan oleh tim proyek dan seluruh manajemen dari berbagai pihak yang terkait didalamnya. Masing-masing pihak mempunyai tanggung jawab bersama yang saling mendukung untuk keberhasilan pelaksanaan proyek konstruksi yang ditandai dengan evaluasi positif dari pelaksanaan program K3 ini.

“Mencegah lebih baik daripada mengobati” atau tindakan preventif jauh lebih baik daripada sudah kejadian. Dan saya kira cost yang dikeluarkan untuk tindakan preventif lebih murah daripada cost kalo memang sudah terjadi. 

 

safety7b

 

Beberapa usaha preventif timbulnya kecelakaan kerja perlu dilakukan sedini mungkin. misalya mengidentifikasi  setiap jenis pekerjaa yag beresiko dan mengelompokannya sesuai tingkat resikonya, adanya pelatihan bagi para pekerja konstruksi sesuai keahliannya, melakukan pengawasan secara lebih intensif terhadap pelaksanaan pekerjaan, menyediakan alat perlindungan kerja selama durasi proyek, serta melaksanakan pengaturan di lokasi proyek konstruksi.

Berikutnya akan saya bahas mengenai peralatan standar K3 di proyek, jadi stay tune on my blog. By The Way sebelum membaca masalah peralatan standar K3, silakan jelajahi blog ini untuk mencari artikel-artikel yang telah saya tulis sebelumnya, mudah-mudahan bermanfaat. See u

Categories: Civil Engeneering
  1. 9 September 2009 at 4:17 pm

    nice.

    mungkinkah anda bisa berbagi ilmu K3 anda lebih banyak dengan saya ?

    regards
    Antok.

  2. 18 September 2009 at 2:01 am

    Boleh,silakan dengan senang hati..

  3. Rosmariani
    13 October 2009 at 2:12 pm

    Boleh disharing gak handout bahan seminar SHE masopik? Tq bfr

  4. 15 October 2009 at 12:58 am

    @ Rosmaiani : Silakan kalo itu memang bermanfaat…

  5. yerri
    2 June 2011 at 10:36 am

    salam kenal mas opik,mas boleh minta juga hasil handout untuk seminar she nya jg g kalau ada ya sekalian SHE yang lain kalau boleh,saya lg nyari referensi,sekarang saya baru jg jadi orang safety,jadi mohon bantuannya,terimakasih, email saya: yerrisip2005@yahoo.com

  6. 25 December 2011 at 7:15 pm

    SHE itu menarik, SH = safety & health –> dipelajari di ergonomi, E = environmrnt –> dipelajari di ekologi, so SHE didasari oleh ilmu ergonomi + ekologi = ergologi ^_^
    http://ergonomi-fit.blogspot.com/2011/04/ergonomi-ekologi-ergologi.html

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: