Home > Memories > Bali oh Bali

Bali oh Bali

Sudah hampir 9 bulan saya disini, pulau Dewata, pulau Bali. Tempat dimana berkumpulnya orang-orang dari seluruh penjuru dunia yang ingin berlibur, berwisata, berbulan madu, berkuliner. Tempat dimana berkeliaran bule-bule dari penjuru dunia di jalan-jalan. Tempat dimana saya pernah bermimpi untuk menginjakkan kaki disini, bukan apa-apa, hanya sekedar penasaran saja sih. Sebab impian saya sebenarnya bukan di Bali, tapi Mekkah Al Mukaromah. Dan ternyata sekarang, selain kesampaian mimpi itu, Bali adalah tempat dimana saya mencari sesuap nasi.

Hanya sekedar prolog tulisan ini saja, mari di lanjutkan !

Saya cukup senang berada disini. Udaranya memang cukup panas, tapi udara panas itu akibat langsung dari sinar matahari. Lagipula, cukup banyak angin, jadi tidak membuat udaranya tambah sesak. Sangat berbeda di Jakarta, udara panas yang dihasilkan di kota besar itu lebih banyak dari asap knalpot, debu, dan hal lain yang membuat udaranya sudah tak sedap lagi dihirup. Benar-benar tidak nyaman banget, belum lagi macetnya minta ampun di tambah hujan terus banjir hemm…males untuk dibahas.

Di Bali saya bukan liburan (meskipun sesekali bolehkan !), melainkan bekerja. Ya, bekerja pada perusahaan Manajemen Konstruksi, dan kebetulan ditugaskan di sana. Saya sedang bangun hotel 5 lantai plus basement di daerah Kuta-Bali dan semoga selesai bulan Mei 2011. Saya sih berharap tidak molor. Setelah itu, tidak tahu. Mungkin ke proyek berikut-nya.

Tulisan ini hanya sekedar shearing saja, permulaan saya sampai di Bali dan beberapa tempat yang pernah saya kunjungi selama saya disini, dan mungkin bersambung ya. Ok kita mulai,

Sampai di Bali

Jangan harap ada taksi yang bisa langsung anda gunakan di sekitar bandara. Keluar dari pintu bandara, bergeraklah ke arah kiri, disana terdapat loket khusus yang bernama Taxi Service. Tentukan letak yang anda inginkan, kemudian nomor-nomor yang aneh xi..xi.. akan diberikan kepada anda dengan sejumlah uang yang harus dibayar. Setelah itu anda akan diantar menuju tujuan. Untungnya hal ini gak terjadi pada saya, saya tinggal telepon teman. Dan temanpun langsung jemput di Bandara Ngurah Rai. Alhamdulillah. Sejauh ini tidak masalah bukan !

Angkutan Umum

Mungkin bayangan anda adalah Bali adalah tempat yang banyak angkot seperti Bogor. Bogor yang kota hujan bukan ya, ah ternyata gak. Bogor sekarang sudah menjadi kota angkot xi..xi.. Kok nyampenya Bogor sih, kebetulan 3-4 tahun saya di sana, jadi hapal dech. Ok kita lanjutkan. Jadi jangan harap ada angkutan umum berkeliaran di Bali. Jika ingin kemana-mana, anda harus menggunakan jasa taksi. Ya, hanya taksi lho. Argonya pun bergerak cukup cepat. Ah, benar-benar bukan pilihan yang sesuai tepat, benar-benar merepotkan. Jadi kalo mau pergi-pergi pake apa dong. Coba sewalah sepeda motor atau mobil. Tapi saya lebih mengusulkan sepeda motor. Karena lebih mudah untuk menjelajah ke tempat-tempat yang cukup sempit. Sebenarnya angkutan umum ada, Cuma tidak ada penumpangnya dan hanya beberapa saja yang lewat. Mungkin karena alasan inilah, jadi angkutan umum tidak digalakkan selain taksi itu. Untungnya masalah angkutan ini tidak menjadi masalah bagi saya, soalnya kendaraan, saya kirim dari Jakarta. Lumayan buat kerja. Ya, Motor Absolute Revo tiba di Bali setelah menunggu 4 hari lamanya.

Kipem

Kipem adalah Kartu Identitas Penduduk Musiman. Jika anda berencana tinggal di Bali, dan kira-kira lebih dari 3 bulan, dan setiap 3 bulan harus diperpanjang. Cara daftarnya harus ke Ketua Banjar, tapi lebih baik bilang saja ke mpunya kosan atau kontrakan minta dibuatin, mereka tidak keberatan ko. Banjar itu adalah kawasan yang sejenis dengan RW jika di Jakarta. Jika tidak membuat Kipem, siap-siaplah untuk di deportasi dari Bali. Kelihatannya seperti kita berada di luar negeri saja. Tapi, ini informasi ini benar lho. Teman saya aja, ada yang kena razia dan dendanya bisa 3 x lipat. Untuk ngurus Kipem hanya Rp. 55.000 + fotocopy KTP + Photo 2×3 = 2 lembar dan tunggu aja 1 bulan jadi deh (lama banget ya, sebenarnya saat itu juga langsung jadi, karena waktu itu saya dibuatin jadi molor xi..xi..). Oh ya, hampir lupa, razia Kipem ini biasanya jam 5 pagi, abis shubuh tiba-tiba digedor-gedor pintu. Alhamdulillah untuk ini saya aman, kan sudah punya Kipem xi..xi..

Bahasa di Bali

Bahasa Inggris adalah bahasa kedua di Bali setelah bahasa daerah. Sedangkan bahasa ketiga mungkin Jepang. Ya, disini lebih banyak turis dari Australia dan Jepang. Anak-anak pantai di Bali itu genit-genit. Tidak bisa melihat bule nganggur. Tapi mereka hebat-hebat! Kemampuan bahasa mereka dapatkan langsung dengan praktek di lapangan dan tanpa kursus lagi, meskipun kadang kedengarannya aneh. Yang penting, bule ngerti itu saja sih.

Pantai Kuta

Pantai Kuta cukup ramai jika sore hari. Mulai pukul 3 wita sampai dengan matahari terbenam. Oh iya, waktu disini lebih cepat 1 jam dari wib, jadi kalo di Jakarta jam 2 siang, maka di sini jam 3 sore. Isinya?  hihihi… jangan ditanya lagi. Banyak bule yang berjemur di pantai he..he..  untuk yang satu ini tak usah diceritakan lah. *tutup mata, sambil liat dikit* xi..xi..

Waktu Sholat

Sebelum pergi ke Bali, saya sering sekali diingatkan untuk tidak lupa sholat. Ya, saya masih menjalankan sholat kok. Tapi karena tak pernah terdengar adzan, maka patokanku hanya jam. Itupun hanya kira-kira. Jadi, Tasku selalu di bawa kemana-mana yang isinya laptop, kamera digital, HP dan dompet adalah barang-barang yang harus saya bawa setiap hari, kemanapun saya pergi. Yang sering ketinggalan adalah sholat shubuh, habis di jakarta jam 5 pagi. Di bali sudah jam 6, dan matahari sudah tinggi lagi, jadi ya gimana ? Jadi ya tetap sholat sih. Maklum otak saya sudah di set waktu Jakarta, jadi ya hemmm. Meskipun begitu, saya berusaha untuk tidak ketinggalan sholat shubuh gimanapun caranya.

Makanan

Makanan favorit Bali adalah daging babi. Agak susah mencari warung-warung yang terjamin halal. Jadi, sebelum membeli makanan, lebih baik bertanya terlebih dahulu. Toh, itu untuk kebaikan kita kok. Lagipula orang Bali mengerti dan cukup welcome, jadi tak akan ada yang tersinggung. Eh, sekarang jangan khawatir, warung berciri muslim banyak ko, ada warung muslim madiun, warung muslim solo, dan lain-lain, jadi don’t worry about that. Ini juga tergantung tujuan kita, mau yang aman atau tidak aman, semuanya telah tersedia. Tinggal kita milih aja.

Kriminalitas

Tingkat kriminalitas di Bali sangat kecil. Anda tak perlu khawatir menggunakan sepeda motor dengan kunci stang standar dan ditinggal begitu saja. Dan ini saya lihat dari perilaku masyarakat Bali yang sembarangan parkir dimana saja. Oh iya, di Bali tak ada tukang parkir dadakan. Jadi, jika pergi kemana-mana, anda tak perlu membawa uang receh. Ini beda banget sama Jakarta, Motor dirumah aja, sudah dipagar bisa hilang xi..xi..

Mungkin sampai disini dulu cerita tentang Bali, lain kali saya disambung lagi. Nanti kalo ada waktu, saya shearing lagi tempat-tempat di Bali, jadi tetap stay tune on my blog. See you guest..

Categories: Memories
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: