Home > Keindahan Islam > Ucapan Hari Raya pada non Muslim, bolehkah ??

Ucapan Hari Raya pada non Muslim, bolehkah ??

 

Tulisan ini bermula dari tergelitiknya hati saya menerima kritikan pedas dari orang Non Muslim yang sedang merayakan hari besarnya. Masalahnya sederhana karena saya tidak mengucapkan selamat hari raya kepadanya, sebagaimana seperti orang tersebut mengucapkan Selamat Idul Fitri kepada saya. Mungkin sedikit klarifikasi, dapat menjernihkan masalah. Ya, karena saya lupa dan dikalender pun tidak merah seperti biasa jika ada hari besar agama. Saya pun beraktifitas seperti biasa tanpa libur, sehingga lupa mengucapkannya. Tapi ya sudahlah..

Pada kesempatan ini juga, coba saya uraikan boleh tidaknya seorang Muslim mengucapkan selamat hari raya kepada Non Muslim yang sedang merayakan hari rayanya. Semoga uraian singkat saya ini bisa menjawab masalah itu. Karena ini masalah ini berhubungan dengan agama, tidak etis rasanya jika saya tidak mencantumkan sumber atau rujukannya. Karena pengetahuan saya sendiri tentang ini sangatlah terbatas, maklum bukan ustadz, hanya seseorang yang ingin terus belajar memahami agamanya dengan benar yaitu Islam.

Materi ini hemat saya perlu disampaikan sehingga ada kejelasan. Pemberian ucapan selamat merayakan hari besar Non Muslim disebut tahni’ah. Untuk masalah ini sebenarnya ulama juga berbeda pandangan, ada yang tegas-tegas mengharamkan dan ada juga yang memperbolehkan dengan alasan-alasan tertentu pula. Mari kita lihat pandangan yang mengharamkan terlebih dahulu :

Pandangan yang mengharamkan

Ibn al-Qayyim Al-Jauziyah dalam kitabnya ‘Ahkâm Ahl adz-Dzimmah’, beliau berkata, “Adapun mengucapkan selamat berkenaan dengan syiar-syiar kekufuran yang khusus bagi mereka adalah haram menurut kesepakatan para ulama. Alasan Ibn al-Qayyim, menyatakan haram ucapan selamat kepada orang-orang Kafir berkenaan dengan perayaan hari-hari besar keagamaan mereka karena hal itu mengandung persetujuan terhadap syi’ar-syi’ar kekufuran yang mereka lakukan.

Sikap ini juga sama pernah disampaikan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin sebagaimana dikutip dalam Majmû’ Fatâwa Fadlîlah asy-Syaikh Muhammad bin Shâlih al-‘Utsaimîn, ( Jilid.III, h.44-46, No.403).

Menurut Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin sebagaimana dikutip dalam ’Majmu’ Fatawa wa Rosail Ibnu ‘Utsaimin, 3/28-29, no. 404, Asy Syamilah’ mengatakan, ”Ucapan selamat hari natal atau ucapan selamat lainnya yang berkaitan dengan agama kepada orang kafir adalah haram berdasarkan kesepakatan para ulama.”

Jangankan mengucapkan Selamat Natal ataupun ucapan hari besar agama lain, mengucapkan salam biasa saja kepada Non Muslim kita dilarang : Rasulullah SAW bersabda: ”Jangan kalian mendahului mengucapkan salam kepada orang Yahudi atau Nashrani” (HR. Muslim).

Apabila orang Non Muslim memulai mengucapkan salam, maka jawaban yang diperkenankan oleh syari’at adalah : ”Wa ‘alaikum” (Semoga anda juga). Itu saja, tidak usah diperpanjang lagi. Rasulullah SAW menasihatkan : ”Jika orang-orang Ahli Kitab (Non Muslim) memberi salam kepada kamu, maka jawablah : ”Wa ‘alaikum” (HR. Bukhari dan Muslim).

Salam adalah do’a seorang Muslim kepada saudaranya seiman. Kita tidak bisa mengucapkan doa Selamat kepada orang yang kafir/musyrik karena jika mereka tak tobat, siksa Alloh sudah jelas menunggu mereka.

”Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Alloh memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya. Dan Alloh lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk” (Al Qashash [28]: 56).

Terus, berarti kita sebagai Muslim tidak boleh mendoakan Non Muslim dong ?

Tentu boleh, satu-satunya doa yang diperbolehkan untuk orang kafir yang masih hidup adalah doa agar mereka dapat petunjuk untuk masuk Islam. Misalnya Do’a Rasulullah SAW kepada orang Non Muslim : ”Ya Alloh berilah petunjuk kepada kaumku, karena sesungguhnya mereka orang yang tidak mengerti” (Sirah Nabawiyah, Abul Hasan ali An Nadwi). Atau do’a Rasululah SAW kepada Umar Bin Khaththab ketika masih kafir : ”Ya Alloh, berilah kemuliaan kepada Islam dengan masuk Islamnya salah satu orang terkasih kepada-Mu, yakni Abu Jahal atau Umar Bin Khaththab”

Pandangan yang membolehkan

Memang pendapat yang membolehkan ini kurang populer di banyak kalangan. Namun kalau kita mau agak teliti dan jujur, rupanya yang menghalalkan tidak sedikit. Bukan hanya Dr. Quraisy Syihab saja, tetapi bahkan Majelis Ulama Indonesia, Dr. Yusuf Al-Qaradawi dan beberapa ulama dunia lainnya, ternyata kita dapati pendapat mereka membolehkan ucapan itu.

Rasanya agak kaget juga, tetapi itulah yang kita dapat begitu kita agak jauh menelitinya. Kami uraikan di sini petikan-petikan pendapat mereka, bukan dengan tujuan ingin mengubah pandangan yang sudah ada. Tetapi sekedar memberikan tambahan wawasan kepada kita, agar kita punya referensi yang lebih lengkap.

Fatwa MUI Tentang Haramnya Natal Bersama, Bukan Ucapan Selamat Natal

Satu yang perlu dicermati adalah kenyataan bahwa MUI tidak pernah berfatwa yang mengharamkan ucapan selamat natal. Yang ada hanyalah fatwa haramnya melakukan natal bersama.

Majelis Ulama Indonesia pada 7 Maret 1981, sebagaimana ditandatangani K.H. M. Syukri Ghozali, MUI telah mengeluarkan fatwa: perayaan natal bersama bagi ummat Islam adalah haram. Hal ini juga ditegaskan oleh Sekretaris Jenderal MUI, Dr. Dien Syamsudin MA, yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah itu menyatakan bahwa MUI tidak melarang ucapan selamat Natal, tapi melarang orang Islam ikut sakramen/ritual Natal. “Kalau hanya memberi ucapan selamat tidak dilarang, tapi kalau ikut dalam ibadah memang dilarang, baik orang Islam ikut dalam ritual Natal atau orang Kristen ikut dalam ibadah orang Islam, ” katanya. Bahkan pernah di hadapan ratusan umat Kristiani dalam seminar Wawasan Kebangsaan X BAMAG Jatim di Surabaya, beliau menyampaikan, “Saya tiap tahun memberi ucapan selamat Natal kepada teman-teman Kristiani.”

Fatwa Dr. Yusuf Al-Qaradawi

Syeikh Dr. Yusuf Al-Qaradawi mengatakan bahwa merayakan hari raya agama adalah hak masing-masing agama. Selama tidak merugikan agama lain. Dan termasuk hak tiap agama untuk memberikan tahni’ah saat perayaan agama lainnya.

Maka kami sebagai pemeluk Islam, agama kami tidak melarang kami untuk memberikan tahni’ah kepada Non Muslim warga negara kami atau tetangga kami dalam hari besar agama mereka. Bahkan perbuatan ini termasuk ke dalam kategori al-birr (perbuatan yang baik).

Sebagaimana firman Alloh SWT:

“Alloh tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Alloh menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al-Mumtahanah : ‘8)

Kebolehan memberikan tahni’ah ini terutama bila pemeluk agama lain itu juga telah memberikan tahni’ah kepada kami dalam perayaan hari raya kami.

“Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu. Sesungguhnya Alloh memperhitungankan segala sesuatu.” (QS. An-Nisa’: 86)

Namun Syeikh Yusuf Al-Qaradawi secara tegas mengatakan bahwa tidak halal bagi seorang Muslim untuk ikut dalam ritual dan perayaan agama yang khusus milik agama lain.

Fatwa Dr. Mustafa Ahmad Zarqa’

Di dalam bank fatwa situs Islamonline.com, Dr. Mustafa Ahmad Zarqa’, menyatakan bahwa tidak ada dalil yang secara tegas melarang seorang Muslim mengucapkan tahni’ah kepada orang kafir. Beliau mengutip hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah berdiri menghormati jenazah Yahudi. Penghormatan dengan berdiri ini tidak ada kaitannya dengan pengakuan atas kebenaran agama yang dianut jenazah tersebut. Sehingga menurut beliau, ucapan tahni’ah kepada saudara-saudara pemeluk kristiani yang sedang merayakan hari besar mereka, juga tidak terkait dengan pengakuan atas kebenaran keyakinan mereka, melainkan hanya bagian dari mujamalah (basa-basi) dan muhasanah seorang Muslim kepada teman dan koleganya yang kebetulan berbeda agama. Dan beliau juga memfatwakan bahwa karena ucapan tahni’ah ini dibolehkan, maka pekerjaan yang terkait dengan hal itu seperti membuat kartu ucapan selamat natal pun hukumnya ikut dengan hukum ucapan natalnya.

Namun beliau menyatakan bahwa ucapan tahni’ah ini harus dibedakan dengan ikut merayakan hari besar secara langsung, seperti dengan menghadiri perayaan-perayaan natal yang digelar di berbagai tempat. Menghadiri perayatan natal dan upacara agama lain hukumnya haram dan termasuk perbuatan mungkar.

Majelis Fatwa dan Riset Eropa

Majelis Fatwa dan Riset Eropajuga berpendapat yang sama dengan fatwa Dr. Ahmad Zarqa’ dalam hal kebolehan mengucapkan tahni’ah, karena tidak adanya dalil langsung yang mengharamkannya.

Fatwa Dr. Abdussattar Fathullah Said

Dr. Abdussattar Fathullah Said adalah profesor bidang tafsir dan ulumul quran di Universitas Al-Azhar Mesir. Dalam masalah tahni’ah ini beliau agak berhati-hati dan memilahnya menjadi dua. Ada tahni’ah yang halal dan ada yang haram.

Tahni’ah yang halal adalah tahni’ah kepada orang kafir tanpa kandungan hal-hal yang bertentangan dengan syariah. Hukumnya halal menurut beliau. Bahkan termasuk ke dalam bab husnul akhlaq yang diperintahkan kepada umat Islam.

Sedangkan tahni’ah yang haram adalah tahni’ah kepada orang kafir yang mengandung unsur bertentangan dengan masalah diniyah, hukumnya haram. Misalnya ucapan tahniah itu berbunyi, “Semoga Tuhan memberkati diri anda sekeluarga.” Sedangkan ucapan yang halal seperti, “Semoga tuhan memberi petunjuk dan hidayah-Nya kepada Anda.”

Bahkan beliau membolehkan memberi hadiah kepada Non Muslim, asalkan hadiah yang halal, bukan khamar, gambar maksiat atau apapun yang diharamkan Alloh.

 

Secara pribadi saya lebih cenderung membolehkan mengucapkan selamat hari raya kepada Non Muslim, dengan alasan bahwa saya ingin menghargai keyakinan orang yang merayakan itu, sebab saya juga selalu mengapresiasi setiap orang yang menghargai keyakinan saya. Islam adalah agama yang membawa rahmat buat semua alam, yang artinya tidak satu apapun yang tidak berhak untuk mendapatkan keselamatan, kesejahteraan, dan kasih sayang dengan adanya Islam. Bahwa benar ada beberapa ulama yang melarang untuk mengucapkan selamat hari raya pada umat agama lain karena dianggap menunjukkan sikap menyetujui pemahaman agama lain itu, dimana sikap persetujuan tersebut selanjutnya dapat dikategorikan sebagai bentuk degradasi iman atau dianggap sebagai perbuatan yang merusak iman.

Buat saya, ucapan selamat sama sekali bukanlah bentuk persetujuan dan pembenaran saya terhadap pemahaman agama lain. Hanya sebagai wujud menghormati keyakinan yang berbeda dengan saya mengingat lingkungan pekerjaan yang tidak semuanya Muslim. Bukankah Alloh SWT sendiri juga menganjurkan kita untuk dapat saling menghormati termasuk kepada orang yang memiliki perbedaan pemahaman dan keyakinan dengan kita.

Namun kalaulah sikap ini pada akhirnya tetap dianggap sebagai suatu bentuk penyimpangan yang berbuah dosa, maka buat saya biarlah Alloh saja yang akan menilainya dan saya hanya dapat berharap pada kasih sayang dan ampunan-Nya yang Maha Agung dan tiada berhingga. Itu saja..

 

Ilustrasi : by google

 

Referensi:


https://masopik.wordpress.com/2008/12/01/all-about-islam/ atau http://www.sendspace.com/file/588jtb

http://media-islam.or.id/2010/12/14/haram-hukumnya-mengucapkan-selamat-natal/

http://formmit.org/about-islam/232-mengucapkan-selamat-natal-dan-hari-raya-agama-lain.html

http://luk.staff.ugm.ac.id/kmi/islam/Qardhawi/Halal/2011833.html

http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=2359&Itemid=0

http://solekha.multiply.com/reviews/item/112

http://m.voa-islam.com/news/hikmah/2009/12/24/2154/haram-mengucapkan-selamat-natal

http://suprichusnul.multiply.com/journal/item/448

http://buletin.Muslim.or.id/aqidah/mengucapkan-selamat-natal-dianggap-berbuat-baik

http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/fatwa-ulama/bolehkah-mengucapkan-selamat-hari-raya-pada-non-muslim/

http://Muslim.or.id/manhaj/selamat-natal.html

http://genenetto.blogspot.com/2006/12/hukum-mengucapkan-selamat-natal.html

Categories: Keindahan Islam
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: