Home > Serba-serbi > GOODBYE 2010 and WELCOME 2011

GOODBYE 2010 and WELCOME 2011

Beberapa jam lagi kita menghadapi tahun baru Masehi, 2011. Seluruh manusia bersiap-siap dan beramai-ramai merayakan Tahun Baru ini. Berbagai rencanapun telah mereka siapkan untuk menyambutnya. Ada yang menghambur-hamburkan, dengan pergi ke Negara lain. Yang tujuannya hanya untuk merayakan tahun baru. Dan tidak sedikit pula, mereka yang berdiam diri, merenung, instrospeksi diri, apa yang sudah dilakukan pada tahun ini dan lain sebagainya. Sungguh ironis melihat bagaimana sebagian besar masyarakat Indonesia yang mayoritas Islam lebih memfokuskan dan melakukan pesta besar-besaran pada saat Tahun Baru Masehi (1 Januari) dibanding Tahun Baru Islam yang lebih banyak hikmahnya lewat perjuangan Rasulullah menyebarkan ajaran Islam yang sangat dimuliakan Alloh SWT.

Tidak dipungkiri memang, besarnya animo masyarakat terhadap pergantian tahun ini. Mereka rela berdesak-desakan, berhimpit-himpitan, beramai-ramai hanya ingin merasakan dan meramaikan momentum pergantian tahun baru. Tua-muda, cowo-cewe, anak-anak, dan beragam gender pun larut dalam hiruk pikuknya merayakan tahun baru tiba. Memangnya gak boleh ya pik ? Sebenarnya perayaan tahun baru ini tidak ada tuntunannya dari Rasulullah SAW. Semua itu hanyalah sebuah pemborosan, membuang-buang harta untuk hal yang sia-sia dan tidak ada manfaatnya sama sekali. Kalo kita mau saja merenung sejenak hakikat tahun baru ini niscaya yang akan ramai adalah tempat-tempat ibadah. Bukannya pantai, mall dan lain sebagainya. Betulkan ! 😎

Tahun baru ini (2011), saya pertama kalinya merasakan atmosfir tahun baru di Bali. Belum juga malem, jalanan udah macet, jadi teringat Jakarta kalo begini. Memang sebelumnya pernah kemana saja pick ? Gak ada 😕 , dan belum pernah merayakan tuh xi..xi.. Kemeriahan dan keramaian puncak tahun baru, biasanya nonton di TV saja, karena memang saya tidak terlalu suka pada tempat-tempat yang terlalu ramai, males. Penghujung tahun dan hari pertama tahun baru masehi merupakan momen yang sangat berharga bagi sebagian orang dan sangat ditunggu. Ya, sedikit berbeda dengan saya.

Di Indonesia, saat malam pergantian tahun baru Masehi, para muda-mudi biasanya menggelar berbagai pesta. Di antara mereka ada yang bergadang larut malam untuk menunggu jam 00.00 tiba. Apabila waktunya telah tiba, mereka bergembira dan dengan serentak meniup terompet dan berpesta kembang api. Tidak sedikit pula yang merayakannya dengan pawai sepeda motor pun dimulai dengan menarik gas sepenuhnya disertai yel-yel yang memekakkan telinga. Pada hari pertama tahun Masehi, tidak sedikit pila yang menghadiri panggung-panggung hiburan konser musik yang digelar di berbagai tempat di alun-alun, THR (tempat hiburan rakyat), maupun di tempat-tempat rekreasi lainnya seperti ancol dan lain-lain.

Campur baur antara muda-mudi, bergandengan tangan dengan lawan jenis, gelak tawa dan canda, isapan rokok yang bagaikan asap dari cerobong pabrik, serta berbagai minuman menjadi teman akrab yang senantiasa menyertai mereka. Televisi, radio, dan para pemilik pusat perbelanjaan tidak mau absen dari ikut serta memeriahkan tahun baru. Berbagai promosi dan diskon besar-besaran diadakan dalam rangka menyambut Natal dan tahun baru Masehi. Begitu meriah acara yang digelar oleh mereka untuk menyambut kedatangan tahun baru masehi tersebut, sehingga membuat kebanyakan orang terbuai, tidak sadar ikut hanyut terbawa arus. Mereka tidak melihat berbagai macam dilema keagamaan, sosial, dan masyarakat yang timbul karenanya.

Fenomena seperti ini merupakan realita kehidupan yang senantiasa berulang setiap pergantian tahun. Bahkan dari tahun ke tahun makin bertambah semarak dan makin tidak terkendalikan arusnya. Pada dasarnya kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada tahun mendatang, dan kita tidak bisa meramal untuk itu, sungguh ilmu kita terbatas. Bukankah setiap kejadian yang terjadi tidak luput dari kehendak-Nya. Tahun ini, Wallohu a’lam (hanya Alloh yang tahu) apakah yang akan terjadi dan mewarnai awal tahun baru Masehi di negeri kita ini. Semoga kebaikan yang terjadi, bukan malah sebaliknya murka Alloh dengan banyaknya bencana. Sesungguhnya kita mohon perlindungan Alloh SWT dari yang demikian.

Seorang muslim yang memiliki kecemburuan besar terhadap agamanya, tentu tidak setuju dengan semua itu, dan tentu tidak setuju bila hal itu sampai terjadi di tengah keluarga kita. Kita semua harus tahu bahwa pergantian tahun merupakan tanda kebesaran dan kekuasaan Alloh yang tiada tara, yang hanya dipahami oleh orang-orang yang berakal yang memikirkan tanda-tanda kekuasaan-Nya, sebagaimana firman-Nya (yang artinya):

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Alloh sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), ‘Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.’” (Qs.Ali Imron [3]: 190-191)

Makin bertambah usia kita seharusnya makin ia sadar akan memanfaakan waktu dengan mengerjakan sesuatu yang bermanfaat di dunia dan di akhirat serta menjauhkan dirinya dari sesuatu yang membahayakan. Hendaklah kita mengingat masa penangguhan hidup kita di dunia. Ketika seorang muslim memasuki tahun baru, ia akan ingat bahwa berarti ia makin mendekati akhir masa penangguhan hidup di dunia ini. Bila senantiasa mengingat hal ini, maka kita pun akan semakin bersemangat mencari bekal untuk mendapatkan kebahagiaan ukhrowi (akhirat) yang kekal abadi.

Didalam tahun baru ini selayaknya kita introspeksi diri dengan semua apa-apa yang telah kita perbuat pada tahun-tahun sebelumnya. Hendaknya  kita membuat amalan yang baik sebanyak-banyaknya, untuk tetap kita pertahankan dan kita tingkatkan porsi amalan yang baik untuk kita kerjakan. Dan meninggalkan semua perbuatan yang tidak bermanfaat, baik untuk diri kita ataupun orang sekitar kita.

Kita senantiasa berusaha untuk menjadi hamba Alloh SWT yang taat akan perintahnya, dengan menjalankan semua kewajiban dan menjauhi segala larangannya. Dan bukanlah Alloh SWT telah berfirman bahwa manusia adalah hambanya yang memiliki tugas untuk beribadah. Kalaulah ditahun-tahun lalu kita masih sering melakukan berbagai kekurangan, maka marilah kita kejar kekurangan-kekurangan itu dengan semangat memperbaiki diri menuju kesempurnaan, baik itu dalam beribadah, bekerja, bermasyarakat, dan berkreasi.

Dan jika dimasa-masa lalu masih banyak berbagai kemaksiatan yang kita lakukan, maka marilah kita ganti kemaksiatan itu dengan semangat memperbanyak amalan-amalan saleh. Kapan lagi kita memperbaiki diri, kalau bukan dimulai dari sekarang ? Dan pantaskah kita menundanya? Padahal kita tidak tahu kapan kehidupan didunia ini berakhir ?  😦

Akhirnya yuk, kita akhiri tahun 2010 dan menyambut tahun 2011 ini dengan memanjatkan doa, seraya menengadahkan tangan kita mudah-mudahan ditahun-tahun mendatang membawa kebaikan untuk kita semua.

Bismillahorrohmanirrohiim.

Ya Alloh,

Segala yang telah kami kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untuk kami, dan Engkau telah mengajak kami untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat. Karena itu ya Alloh, kami mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada kami dengan kemurahan-Mu.

Segala apa yang telah kami kerjakan, selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhoi dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, kami mohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan, semoga berkenan menerima amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah.

Ya Allah,

Engkaulah Yang Abadi, Dahulu, lagi Awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu yang Agung dan Kedermawanan-Mu tempat bergantung.

Dan ini tahun baru benar-benar telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan dalam tahun ini dari (godaan) setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya. Dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan, agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan.

Dan semoga Alloh memberikan rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad, Nabi yang Ummi dan ke atas keluarga dan sahabatnya.

 

Aamiin ya Robbal a’lamiin

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: