Archive

Archive for the ‘Alam Semesta’ Category

Gempa Menghampiri Bali

20 October 2011 Leave a comment

Gempa …. gempa… gempa ! itulah teriakan sebagian orang ketika terjadi gempa kemarin, tepatnya Kamis 13 Oktober 2011. Kala itu saya sedang ada meeting kecil-kecilan di  reception SPA depan pool. Perkiraan saya mungkin jam 11 an WITA. Sedang serius meeting, tiba-tiba terasa ada yang bergetar. Goncangan pertama yang terasa tidak terlalu besar, namun getaran ke dua cukup besar. Getaran inilah yang membuat semua orang berhamburan keluar, tenaga kerja yang di lantai 2, berlarian turun kebawah, menyelamatkan diri  kearah lapangan terbuka. Tidak sedikit pula yang menelepon keluarganya, sekedar memastikan aman tidak, getaran gempa terasa tidak. Hmmm …. Keadaan yang menegangkan sekaligus panik… Konon lebih dari 10 kali terjadi getaran gempa, tetapi saya sendiri merasakan hanya 3 getaran. Karena memang selama tanah belum stabil pasti masih ada getaran sesudah gempa besar.

Saya kemudian mencari info terkait gempa ini, searching lewat blackberry  tentunya (bukan iklan lhooo). Lumayan cukup lama mencari, karena memang belum langsung update. Akhirnya saya menemukan informasi dari VIVAnews dan berikut informasi yang disampaikan :

VIVAnews  – Gempa berkekuatan 6,8 skala richter mengguncang Pulau Dewata. Gempa besar itu berpusat dikedalaman 10 km dari permukaan laut.

Informasi yang dilansir Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa gempa berkekuatan 6,8 SR terjadi sekitar pukul 10.16 WIB di Nusa Dua, Bali, Kamis 13 Oktober 2011. Episentrum gempa diketahui berada dilokasi 9.89 Lintang Selatan dan 114.53 Bujur Timur. Pusat gempa berada pada jarak 143 kilometer arah Barat Daya, Nusa Dua, Bali.

Oh… ternyata benar, pusatnya dekat lagi di Nusa Dua. Ya meskipun gak deket-deket amat karena proyek saya ada di Sanur. Proyek saya sendiri relative masih aman, tetapi memang ada retakan dinding dibeberapa room dan lantai kayu di SPA sedikit terangkat. Karena memang gerakan gempanya bergetar secara horizontal dan vertical. Sekedar bercerita sedikit tentang gempa, boleh ya ! Ketika terjadi gempa bumi, maka pertama-tama yang merasakan getaran adalah tanah disekeliling pusat gempa. Getaran akibat gempa kemudian disebarkan kesegala penjuru sampai pada ke lokasi pencatat gempa di permukaan tanah. Selama getaran menjalar dari pusat gempa sampai kepermukaan tanah, maka faktor tanah sebagai penghantar getaran mempunyai peran yang sangat penting.

Untuk mempelajari perilaku gerakan tanah, perlu diketahui tentang karakteristik statik dan dinamik lapisan tanah tempat gelombang gempa merambat. Semua karakter tersebut akan berpengaruh pada gerakan tanah dan respon struktur/bangunan di atas permukaan tanah. Karakteristik Statik, secara umum tanah dibedakan menjadi tanah berpasir (kohesi c = 0) dan tanah lempung murni. Karena pasir tidak mempunyai kohesi, maka pada saat terjadi gempa, butir-butir pasir dapat memadat ataupun bahkan mengembang dengan mudah seperti pada peristiwa liquefaction, yaitu peristiwa hilangnya gesekan antar butir akibat meningkatnya tekanan air pori sebagai akibat goncangan gempa.

Karena tanah pasir bersifat kasar maka tahanan geser tanah pasir bertambah sehingga akan menambah pula sudut gesek dalamnya. Faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap kuat geser tanah pasir adalah : ukuran butir, air yang terdapat di dalam butiran, kekerasan butiran, angka pori atau kekakuan relatif, distribusi ukuran butir, dan bentuk butiran. Sedangkan yang paling besar pengaruhnya adalah angka pori, karena angka pori akan berpengaruh terhadap kerapatannya. Pada pengujian geser langsung maupun triaksial, bila angka pori rendah atau kerapatan relatif tinggi, maka nilai kuat geser akan tinggi pula. Jika dua macam tanah pasir mempunyai kerapatan relatif sama, tetapi gradasinya berlainan, maka pasir yang mempunyai gradasi lebih baik akan mempunyai sudut gesek dalam yang lebih besar. Ukuran butiran pasir dengan angka pori yang sama, tidak banyak berpengaruh pada sudut gesek dalamnya. Jadi pasir halus dan pasir kasar pada angka pori yang sama akan mempunyai sudut gesek yang sama.

Tanah lempung umumnya terdiri atas butir-butir yang sangat halus dari jenis mineral yang mempunyai nilai kohesi. Sifat kohesi ini adalah suatu nilai interaksi antara mineral-mineral penyusun lempung dengan air. Interaksi tersebut akan terjadi lekatan/rekatan antara butir yang satu dengan butir yang lain. Peristiwa inilah yang menyebabkan lempung mempunyai nilai kohesi tertentu. Yang perlu diperhatikan adalah  prinsip ductility suatu bangunan yaitu kemampuan sebuah struktur untuk berubah bentuk sambil tetap bisa menahan beban yang harus ditahan dan mengurangi pengaruh goncangan pada saat gempa dan setelahnya). Materi ini saya hapal betul karena skripsi saya tidak jauh dari membahas tanah (sembari mengingat-ingat kembali…)

Secara umum kerusakan yang terjadi akibat gempa beraneka ragam, hal ini sangat tergantung pada skala kekuatan gempa itu sendiri.

Pertama, kegagalan pada soft story effect, yaitu menunjuk pada kondisi keruntuhan gedung yang biasanya terjadi pada gedung berlantai lebih dari satu. Bangunan yang di lantai bawah lebih lunak daripada lantai di atasnya, atau dapat dikatakan lantai di atas lebih keras atau kaku dibanding lantai di bawahnya.

Kedua, detail bangunan yang tidak tepat. Di dalam perencanaan bangunan tahan gempa, juga harus memahami filosofi keruntuhan sebuah bangunan, yakni kolom tidak boleh hancur lebih dulu dibandingkan balok. Namun kebanyakan keruntuhan pada kolom bangunan yang terjadi disebabkan sengkang kolom yang kecil dan kurang, serta bangunan menggunakan tulangan polos. Padahal menurut aturan SNI Beton 2002 disebutkan bahwa diameter minimum untuk tulangan sengkang (lateral) elemen kolom, khususnya dalam memikul beban gempa adalah 10 mm. Meskipun boleh polos namun sebaiknya ulir. Sedangkan untuk tulangan, mesti menggunakan tulangan ulir.

Ketiga, kerusakan pada dinding bata yang kebanyakan terjadi karena tidak adanya struktur yang cukup untuk menahan dinding terhadap arah lateral gempa. Meski pada beberapa bangunan lain dinding batanya sudah dikekang dengan baik, tapi ikatannya terhadap beton kurang begitu kuat sehingga batanya tidak mampu menahan energi gempa. Kerusakan inilah yang dialami sebagian proyek terlebih proyek yang sedang dikerjakan. Mungkin bukan bata yang retak tetapi masih sebatas pada plester aci yang sedikit retak, karena retakan akibat gempa dan retakan akibat metode pelaksanaan dapat dibedakan. Kita tahu bahwa biasanya retakan pada plester aci lebih disebabkan pada metode dan campuran yang dipakai .

Keempat, kerusakan terjadi pada mutu beton yang kurang baik. Dibeberapa bangunan, tulangannya masih terpasang dengan rapi, sengkang tidak terlepas, tulangan utama tidak berhamburan, tapi justru inti betonnya yang hancur lebur yang menandakan kualitas beton yang terpasang kurang baik.

Dari beberapa artikel yang pernah saya baca. Kerusakan akibat gempa ini dapat dibedakan menjadi beberapa kategori. Yaitu, kategori kerusakan ringan non struktur, kerusakan ringan struktur, kerusakan struktur tingkat sedang, kerusakan struktur tingkat berat, serta kerusakan tota. Dan semuanya digolongkan berdasarkan ciri-ciri kerusakannya.

Kerusakan ringan non struktur, terdapat retak halus pada plesteran dengan lebar celah lebih kecil dari 0,075 cm. Sedangkan pada kerusakan ringan struktur, adanya retak kecil pada dinding yang mencapai lebar celah 0,075 hingga 0,6 cm. Sementara itu pada kerusakan struktur tingkat sedang, terdapat retak besar dengan celah lebih besar dari 0,6 cm yang menyebar di beberapa tempat termasuk pada kolom dan balok. Di samping itu kemampuan struktur untuk memikul beban sudah berkurang sebagian, namun masih tetap layak huni. Sedangkan pada kerusakan struktur tingkat berat, apabila sekitar 50 persen struktur utama mengalami kerusakan. Dinding pemikul bebannya terbelah dan runtuh serta bangunan terpisah akibat kegagalan unsur-unsur pengikat. Terakhir pada kerusakan total, bangunan roboh seluruhnya atau lebih dari 65 persen serta sebagian besar komponen utama struktur rusak dan tak layak huni lagi.

Setelah mengetahui berbagai kerusakan bangunan akibat gempa, yang dapat kita usahakan adalah membuat kerusakan bangunan tersebut jadi seminimal mungkin. Seperti dengan pemilihan material bangunan yang ringan serta memperhatikan agar struktur pondasi, kolom, balok juga struktur atap menyatu dengan sambungan yang memadai saat membangun rumah, hotel dan bangunan tinggi lainnya.

Perlu juga diperhatikan adalah interior rumah dengan mempertimbangkan situasi setiap ruangan di dalam rumah. Seperti, benda apa saja yang mungkin bisa jatuh dan menimpa kita. Selain itu perlu mengatur barang-barang berat untuk ditempatkan di lantai. Untuk lemari sebaiknya diikat ke dinding dengan dipaku, skrup atau diberi siku, dan benda-benda yang mudah terbakar harus disimpan di tempat yang aman dan tidak mudah pecah. Jadi, jangan sesalkan gempanya, namun lakukan pencegahan dengan memperbaiki konstruksi bangunan yang kurang memenuhi syarat, baik itu dalam segi perencanaan maupun pada waktu pelaksanaan.

Alhamdulillah Ya Alloh, saya dan temen-temen semua baik dan sehat, proyek masih aman dan Bali juga aman meskipun dibeberapa tempat terjadi retakan. Semua kejadian adalah kehendakMu, hamba hanya bisa berdoa semoga selalu senantiasa dalam lindungan-Mu. Aamiin..

Categories: Alam Semesta

Belajar Unsur Kimia dengan Tools

2 February 2011 2 comments

 

Masih ingat dengan “Tabel Periodik Unsur”. Hmm.. membaca dan mendengar ini, maka kita pasti teringat pelajaran Kimia SMA dulu. Karena waktu saya kuliah dulu di Teknik Pertanian dan Teknik Sipil, mata kuliah Kimia Cuman dapat 2 SKS. Bandingkan dengan di SMA, 3 tahun. Kimia, salah satu pelajaran yang saya suka, selain Fisika dan Matematika tentunya. Belajar Kimia memang mengasyikkan. Apalagi guru pengajarnya waktu itu Bapak Nurzaman, punya style tersendiri ketika mengajar. Setiap kali berkata dan menutup kata-katanya, iramanya seperti alunan Ki Dalang yang sedang memainkan para wayangnya. Sehingga tidak sedikit para siswa waktu itu, nyletuk “trok…tok…tok…tok… “ xi..xi.. ya, termasuk saya juga bilang begitu. Maafkan kami ya Pak. 🙂

Dengan belajar Kimia, kita dapat mengetahui beraneka ragam pengetahuan yang belum pernah didapat sebelumnya. Di sekolah waktu itu, pelajaran Kimia, Fisika, dan Matematika merupakan pelajaran yang sebagian siswa “enggan” mengenalnya, karena yang terbesit kata susah dan sulit. Namun, jika dapat menyiasati dengan baik, maka ketiga pelajaran tersebut dapat berubah menjadi hal yang menyenangkan.

Sebagai contoh, pelajaran Kimia yang membutuhkan banyak hafalan dan pemahaman terhadap unsur-unsur yang telah lama ditemukan. Unsur dalam kimia adalah zat yang paling sederhana, dan tidak dapat diuraikan menjadi zat yang lebih sederhana lagi. Karena banyaknya unsur tersebut, maka dibuatlah Tabel Periodik Unsur kimia. Tujuannya untuk mempermudah menggolongkan setiap unsur dan mempelajarinya.

Golongan IA :
Hari Libur Naik Kuda Rabu Camis Fere

Golongan IIA :
Beli Mangga Cari Sari Baik Rasa

Golongan IIIA :
Bang Ali Gaya In Tel

Golongan IVA :
Cewek Sing Genit Seneng jadi Pembantu

Golongan VA :
Nenek Pacaran Asik Sambil Bisik-bisik;

Golongan VIA :
Orang Sakit Seneng Telan Pospat

Golongan VIIA :
Farida Cilik Baru Ikutan lompAt

Golongan VIIIA :
Heni Nekat jadi Artis Karena Xexi dan keRen

Ya karena singkatan-singkatan itulah, efeknya sampai sekarang inget terus padahal dari tahun 2000 sampai sekarang 2011. Bisa dibayangkan ! hampir 11 tahun. Tapi gak juga sih, kebetulan sembari bekerja juga saya mengajar privat anak-anak SMA khususnya pelajaran Fisika, Kimia dan Matematika. Jadi selalu ingat xi..xi..

Mungkin belum ada yang tahu, ternyata software tentang Tabel Periodik Unsur tersebut ada lho. Setelah saya buka, dan lihat hasilnya cukup bagus. Tools ini yang sangat membantu dalam belajar sistem periodik unsur.  Penyusunnanya pun disusun persis sesuai standar Tabel Periodik Unsur, yang penggolongannya dibedakan antara gologan yang satu dengan yang lainnya. Belajar kimia terasa lebih mudah dengan aplikasi ini. Sekali klik, unsure yang diminta. Informasi tentang unsur itupun diperlihatkan, dari mulai nama unsur, nomor atom, energy ionisasi sampai dengan  konfigurasi electron. Luar biasa !

Penggunaannya relatif mudah, simple, dan desainnya tidak terlalu rumit. Sesuai untuk memudahkan belajar Kimia. Disamping itu ukuran filenya tidak terlalu besar hanya 361 KB. Cara installnya, setelah download buka .zip-nya. Kemudian simpan ditempat yang mudah diingat. Softwere ini pun portable jadi tidak perlu diinstal, hanya klik gambar apel merah. Ya, hanya klik lambang apel merah, kemudian belajar deh… very simple and easy. Silahkan download di sini

Berikut tampilan dari software tersebut :

“The main window of Periodic Table Of Elements enables you to check out the chemic elements.”


“To calculate molar mass you will use this window.”

“This window will offer you further info about a particular element.”

 

Ok, selamat belajar yah !

Hujan lagi …

28 December 2010 Leave a comment

 

Hujan lagi, hujan lagi, itulah kata yang sering kita lontarkan manakala hujan tiba. Kita itu terkadang aneh ya, saat kemarau, kering pengin sekali agar segera diturunkan hujan, tidak sedikit pula yang melaksanakan Sholat Istisqo (Sholat minta hujan). Dan ketika hujan, malah banjir. Sepertinya bumi ini tidak sanggup lagi menampung air hujan. Mungkin karena keserakahan manusia, yang tidak menempatkan sesuatu sesuai dengan porsinya yang mengakibatkan terjadinya banjir. Banyaknya lahan yang sudah berubah fungsi, memicu terjadinya banjir dimana-mana.

Masuknya musim penghujan itu adalah bulan Oktober – Maret. Maka pantaslah dibulan ini, Desember musim hujan, hampir disetiap kawasan di Indonesia. Hal ini bisa dilihat pada beberapa Berita di TV yang menampilkan prakiraan Cuaca, semuanya hujan. Sudah waktunya hujan, jadi jangan disalahkan kalo tiba-tiba hujan, mau hujan pagi, siang, ataupun malam, ya suka-suka hujan dong. Terkadang kitanya saja, yang menempatkannya terlalu berlebihan. Memang tidak dipungkiri, karena datangnya hujan yang secara tiba-tiba sehingga kira merasa resah, galau, marah berbagai alasanpun dilontarkan, seperti mana cucian belum kering, waktunya berangkat ke kantor, kendaraan udah kinclong, dan sebagainya.

Namun nampaknya ada pergeseran musim penghujan, sekarang setiap bulan hampir sepenuhnya hujan. Salah satu penyebabnya adalah efek rumah kaca. Meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi akibat peningkatan jumlah emisi Gas Rumah Kaca di atmosfer menyebabkan pemanasan global. Pemanasan global akan diikuti dengan perubahan iklim, seperti meningkatnya curah hujan di beberapa belahan dunia sehingga menimbulkan banjir dan erosi. Sedangkan, di belahan bumi lain akan mengalami musim kering yang berkepanjangan disebabkan kenaikan suhu ini. Masalah efek rumah kaca dan permasalahan yang ditimbulkannya, akan saya bahas dilain waktu.

Membahas tentang hujan, saya teringat kembali saat kuliah dulu di Bogor Agriculture University (IPB). Loh ko, harusnya UPB dong, bukan IPB ? Bukankah I disitu harusnya Institute, kenapa jadi University. Mungkin karena cabang ilmu yang diajarkan sudah banyak dan complex, mulai dari manajemen, ilmu pertaniannya dan sebagainya. Dan setahu saya, Institut hanya untuk satu bidang ilmu saja. Ya, tentu itu alasan perkiraan saya saja. Lebih jelasnya, silakan tanyakan sendiri yah ke IPB-nya.

Yuk kita bahas tentang hujan, apasih yang menyebabkan ?


Hujan adalah peristiwa turunnya air dari langit ke bumi. Awalnya air hujan berasal dari air dari bumi seperti air laut, air sungai, air danau, air waduk, air rumpon, air sawah, air comberan, air susu, air jamban, air kolam, air ludah, dan lain sebagainya. Selain air yang berbentuk fisik, air yang menguap ke udara juga bisa berasal dari tubuh manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, serta benda-benda lain yang mengandung air.

Air-air tersebut umumnya mengalami proses penguapan atau evaporasi akibat adanya bantuan panas matahari. Air yang menguap / menjadi uap melayang ke udara dan akhirnya terus bergerak menuju langit yang tinggi bersama uap-uap air yang lain. Di langit yang tinggi uap tersebut mengalami proses pemadatan atau kondensasi sehingga membentuk awan. Dengan bantuan angin awan-awan tersebut dapat bergerak kesana-kemari baik vertikal, horizontal dan diagonal.

Akibat angin atau udara yang bergerak pula awan-awah saling bertemu dan membesar menuju langit / atmosfir bumi yang suhunya rendah atau dingin dan akhirnya membentuk butiran es dan air. Karena berat dan tidak mampu ditopang angin akhirnya butiran-butiran air atau es tersebut jatuh ke permukaan bumi (proses presipitasi). Karena semakin rendah suhu udara semakin tinggi maka es atau salju yang terbentuk mencair menjadi air, namun jika suhunya sangat rendah maka akan turun tetap sebagai salju.

Hujan tidak hanya turun berbentuk air dan es saja, namun juga bisa berbentuk embun dan kabut. Hujan yang jatuh ke permukaan bumi jika bertemu dengan udara yang kering, sebagian hujan dapat menguap kembali ke udara. Bentuk air hujan kecil adalah hampir bulat, sedangkan yang besar lebih ceper seperti burger, dan yang lebih besar lagi berbentuk payung terjun. Hujan besar memiliki kecepatan jatuhnya air yang tinggi sehingga terkadang terasa sakit jika mengenai anggota badan kita.


Hujan yang berlebih pada suatu lokasi dapat menimbulkan bencana pada kehidupan di bawahnya. Banjir dan tanah longsor adalah salah satu akibat dari hujan yang berlebihan. Perubahan iklim di bumi akhir-akhir ini juga mendukung persebaran hujan yang tidak merata sehingga menimbulkan berbagai masalah di bumi. Untuk itu kita sudah semestinya membantu menormalkan iklim yang berubah akibat ulah manusia agar anak cucu kita kelak tidak menderita dan terbunuh akibat kesalahan yang kita lakukan saat ini.

Masalahnya sekarang, kapan ya hujan ini berhenti. Ko, malah makin besar. Gak bisa ngapa-ngapain nih, ya sudahlah mending tarik sarung lagi dan tidur.. 😦

Categories: Alam Semesta

Galaksi Lain selain Bimasakti

15 August 2009 5 comments

galaksi andromedaDengan mempergunakan teleskop 250 cm di Observatorium Mount Palomor, astronom Edwin Hubble (1942) memotret sebuah galaksi di rasi Andromeda. Olehnya dijelaskan untuk pertama kalinya bentuk galaksi yang kemudian terkenal dengan nama galaksi Andromeda, berjarak 2 juta tahun cahaya dari galaksi kita (Bimasakti/ Milky way). Galaksi Andromeda merupakan galaksi luar (extragalaxy) pertama yang diketahui astronom. Sejak penemuannya, banyak studi dilakukan dalam mempelajari galaksi-galaksi diluar galaksi Bimasakti tempat kita berada.

Upaya para astronom mempelajari galaksi melalui pengamatan semenjak abad ke-18, telah melahirkan berbagai catalog benda-benda labgit yang meliputi gugusan bintang termasuk didalamnya didalamnya adalah galaksi. Pada tahun 1888, J.L.E Dreyer mempublikasikan New General Catalogues of Nebulae and cluster of Stars yang memuat 7840 objek langit. Catalog ini dilengkapi dengan supplemennya, Index Catalogues pada tahun 1895 dan 1908. Umumnya catalog tersebut mempergunakan notasi NGC atau IC diikuti dengan nomor objek dalam daftar. Sebagai contoh, galaksi Andromeda diberi nomor katalogus NGC 224.

Ada banyak galaksi-galaksi dengan berbagai ragam bentuknya. Hubble mengklasifikasikan galaksi-galaksi berdasarkan bentuknya ke dalam 3 kelompok utama, yaitu galaksi spiral, galaksi eliptik, dan galaksi tidak beraturan.

1.  Galaksi Spiral (S)

Populasi galaksi berbentuk spiral ini yang terbanyak (80%). Galaksi ini memiliki struktur yang paling teratur dengan pusat, selubung bulat dan piringan dengan spiral yang mengelilingi ekuator galaksi. Variasi dari galaksi spiral adalah galaksi spiral berbatang (SB), dengan bentuk cerutu yang melintasi pusat dan kedua ujungnya pola spiral menjutai.

2.  Galaksi Eliptik (E)

Galaksi dengan bentuk ini meliputi 17% dari seluruh populasi galaksi di alam semesta. Bentuknya lebih sederhana dibandingkan dengan galaksi spiral, karena hanya terdiri dari atas pusat dan selubung pipih. Kerapatan bintang lebih tinggi di pusat disbanding ditepiannya.

 3.  Galaksi Tidak Beraturan

Sebanyak 3% dari galaksi yang teramati sejauh ini menunjukan bentuk yang tidak beraturan. Bentuknya lebih merupakan onggokan bintang dengan batas yang kurang jelas. Berbagai contoh nyata galaksi ini antara lain awan Megellan kecil dan besar, tetangga galaksi kita Bimasakti.

Pola galaksi yang dirangkum dan diklasifikasikan oleh Hubble ditafsirkannya sebagai perjalanan evolusi galaksi di alam semesta dari bentuk yang awalnya sangat teratur menuju bentuk yang tidak beraturan. Galaksi juga teramati bergerombol di alam semesta kita. Kumpulan galaksi seperti ini disebut sebagai cluster of galaxies yang mengandung puluhan hingga ribuan galaksi  sebagai anggotanya. Salah satu gugus galaksi yang terkenal dan sudah diamati oleh Hubble adalah gugus Virgo. Beberapa gugus galaksi diberikan pada table berikut :

 Tabel Contoh Gugus Galaksi contoh gugus galaksi

Gugus galaksi dapat membentuk system yang lebih besar lagi yakni supercluster. Diameter supercluster dapat mencapai 10-20 juta parsek dengan jumlah anggota puluhan ribu galaksi.

 Jika kita berada di luar halaman dan memandang jaug ke atas kita akan melihat langit atau yang disebut cakrawala. Pada siang hari sewaktu cerah langit akan tampak berwarna biru bersih. Jika malam hari dilangit tampak bintang-bintang, bulan, dan benda-benda lain yang berkedudukan dapat berubah dari hari ke hari. Benda-benda itu bercahaya, yang disebut planet.

Bumi juga termasuk salah satu planet. Susunan benda-benda langit yang bergerak pada garis edarnya mengelilingi matahari disebut tata surya. Matahari sebagai pusat tata surya kita.

Categories: Alam Semesta

Galaksi Bimasakti

15 August 2009 Leave a comment

Semenjak peradaban kuno, manusia telah menyadari fenomena menarik yang diperlihatkan langit malam dimusim kemarau, yakni jalur putih membentang dilangit dari utara ke selatan. Jalur tersebut seolah membelah langit malam menjadi dua bagian disisi timur dan barat. Dengan teleskop yang kecil sekalipun, pita cahaya tersebut jika diamati ternyata merupakan himpunan dari bermilyar-milyar bintang. Jalur putih tersebut dikenal dengan nama Milky Way (Jalur Susu) atau kalo di jawa dikenali sebagai Bimasaksi.

galaksi bimasaksti 1Dengan demikian, pengertian yang paling sederhana dari galaksi adalah kumpulan bintang yang jumlahnya begitu banyak (bermilyar-milyar) dan karena begitu jauh, tampak seolah-olah seperti kabut atau awan.

Pemahaman astronom terhadap galaksi tidak lepas dari perkembangan pengetahuan galaksi Bimasakti, sebagai berikut :

  1. Thomas Wright (1750)berpendapat bahwa matahari bersama bintang-bintang lain membentuk suatu kelompok, bagaikan pulau perbintangan ditengah-tengah jagad raya.
  2. William Herschel (1784) berdasarkan penelitiannya yang sistematis menyatakan bahwa kelompok bintang-bintang dalam galaksi Bimasakti membentuk piringan pipih seperti cakram. Penelitian ini dilanjutkan oleh astronom Belanda Kapteyn (1910) yang memberikan landasan semakin kokoh akan wujud galaksi Bimasakti yang pipih tersebut.
  3. Dari studi cacah bintang dan gugus bintang yang lebih sistematis, Harold hapley (1917) mengungkapkan bahwa galaksi Bimasakti berbentuk cakram dengan garis tengah 100.000 tahun cahaya (30.000 parsek). Matahari terletak didaerah tepi sekitar 30.000 tahun cahaya (8.500 parsek) dari pusat galaksi.

Dari pengamatan yang teratur, diketahui bahwa jumlah bintang dipusat galaksi lebih banyak daripada tepinya. Matahari merupakan bintang yang tidak berbeda dengan bintang-bintang pada umumnya dan terletak ditepi galaksi. Dari pengamatan diketahui bahwa matahari bergerak mengelilingi pusat galaksi Bimasakti dengan kecepatan 220 km/detik. Dengan mengetahui jarak matahari dari pusat galaksi dan asumsi bahwa gerak matahari mengedari pusat galaksi berbentuk lingkaran, dapat dihitung bahwa diperlukan waktu selama 2,4 x 108 tahun (240 juta tahun) bagi matahari untuk mengedari pusat galaksi. Kala edar (periode) ini dikenal sebagai 1 tahun kosmik (cosmic year). Jika matahari kita telah berusia 5 x 109 tahun (5 milyar tahun), maka dapat dihitung bahwa matahari kini lebih dari 20 kali mengedari pusat galaksi Bimasakti atau matahari kini ada pada tahun kosmis ke-21.

 (Sumber : Jagad Raya Depdikbud 1999)

Categories: Alam Semesta