Gempa Menghampiri Bali

20 October 2011 Leave a comment

Gempa …. gempa… gempa ! itulah teriakan sebagian orang ketika terjadi gempa kemarin, tepatnya Kamis 13 Oktober 2011. Kala itu saya sedang ada meeting kecil-kecilan di  reception SPA depan pool. Perkiraan saya mungkin jam 11 an WITA. Sedang serius meeting, tiba-tiba terasa ada yang bergetar. Goncangan pertama yang terasa tidak terlalu besar, namun getaran ke dua cukup besar. Getaran inilah yang membuat semua orang berhamburan keluar, tenaga kerja yang di lantai 2, berlarian turun kebawah, menyelamatkan diri  kearah lapangan terbuka. Tidak sedikit pula yang menelepon keluarganya, sekedar memastikan aman tidak, getaran gempa terasa tidak. Hmmm …. Keadaan yang menegangkan sekaligus panik… Konon lebih dari 10 kali terjadi getaran gempa, tetapi saya sendiri merasakan hanya 3 getaran. Karena memang selama tanah belum stabil pasti masih ada getaran sesudah gempa besar.

Saya kemudian mencari info terkait gempa ini, searching lewat blackberry  tentunya (bukan iklan lhooo). Lumayan cukup lama mencari, karena memang belum langsung update. Akhirnya saya menemukan informasi dari VIVAnews dan berikut informasi yang disampaikan :

VIVAnews  – Gempa berkekuatan 6,8 skala richter mengguncang Pulau Dewata. Gempa besar itu berpusat dikedalaman 10 km dari permukaan laut.

Informasi yang dilansir Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa gempa berkekuatan 6,8 SR terjadi sekitar pukul 10.16 WIB di Nusa Dua, Bali, Kamis 13 Oktober 2011. Episentrum gempa diketahui berada dilokasi 9.89 Lintang Selatan dan 114.53 Bujur Timur. Pusat gempa berada pada jarak 143 kilometer arah Barat Daya, Nusa Dua, Bali.

Oh… ternyata benar, pusatnya dekat lagi di Nusa Dua. Ya meskipun gak deket-deket amat karena proyek saya ada di Sanur. Proyek saya sendiri relative masih aman, tetapi memang ada retakan dinding dibeberapa room dan lantai kayu di SPA sedikit terangkat. Karena memang gerakan gempanya bergetar secara horizontal dan vertical. Sekedar bercerita sedikit tentang gempa, boleh ya ! Ketika terjadi gempa bumi, maka pertama-tama yang merasakan getaran adalah tanah disekeliling pusat gempa. Getaran akibat gempa kemudian disebarkan kesegala penjuru sampai pada ke lokasi pencatat gempa di permukaan tanah. Selama getaran menjalar dari pusat gempa sampai kepermukaan tanah, maka faktor tanah sebagai penghantar getaran mempunyai peran yang sangat penting.

Untuk mempelajari perilaku gerakan tanah, perlu diketahui tentang karakteristik statik dan dinamik lapisan tanah tempat gelombang gempa merambat. Semua karakter tersebut akan berpengaruh pada gerakan tanah dan respon struktur/bangunan di atas permukaan tanah. Karakteristik Statik, secara umum tanah dibedakan menjadi tanah berpasir (kohesi c = 0) dan tanah lempung murni. Karena pasir tidak mempunyai kohesi, maka pada saat terjadi gempa, butir-butir pasir dapat memadat ataupun bahkan mengembang dengan mudah seperti pada peristiwa liquefaction, yaitu peristiwa hilangnya gesekan antar butir akibat meningkatnya tekanan air pori sebagai akibat goncangan gempa.

Karena tanah pasir bersifat kasar maka tahanan geser tanah pasir bertambah sehingga akan menambah pula sudut gesek dalamnya. Faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap kuat geser tanah pasir adalah : ukuran butir, air yang terdapat di dalam butiran, kekerasan butiran, angka pori atau kekakuan relatif, distribusi ukuran butir, dan bentuk butiran. Sedangkan yang paling besar pengaruhnya adalah angka pori, karena angka pori akan berpengaruh terhadap kerapatannya. Pada pengujian geser langsung maupun triaksial, bila angka pori rendah atau kerapatan relatif tinggi, maka nilai kuat geser akan tinggi pula. Jika dua macam tanah pasir mempunyai kerapatan relatif sama, tetapi gradasinya berlainan, maka pasir yang mempunyai gradasi lebih baik akan mempunyai sudut gesek dalam yang lebih besar. Ukuran butiran pasir dengan angka pori yang sama, tidak banyak berpengaruh pada sudut gesek dalamnya. Jadi pasir halus dan pasir kasar pada angka pori yang sama akan mempunyai sudut gesek yang sama.

Tanah lempung umumnya terdiri atas butir-butir yang sangat halus dari jenis mineral yang mempunyai nilai kohesi. Sifat kohesi ini adalah suatu nilai interaksi antara mineral-mineral penyusun lempung dengan air. Interaksi tersebut akan terjadi lekatan/rekatan antara butir yang satu dengan butir yang lain. Peristiwa inilah yang menyebabkan lempung mempunyai nilai kohesi tertentu. Yang perlu diperhatikan adalah  prinsip ductility suatu bangunan yaitu kemampuan sebuah struktur untuk berubah bentuk sambil tetap bisa menahan beban yang harus ditahan dan mengurangi pengaruh goncangan pada saat gempa dan setelahnya). Materi ini saya hapal betul karena skripsi saya tidak jauh dari membahas tanah (sembari mengingat-ingat kembali…)

Secara umum kerusakan yang terjadi akibat gempa beraneka ragam, hal ini sangat tergantung pada skala kekuatan gempa itu sendiri.

Pertama, kegagalan pada soft story effect, yaitu menunjuk pada kondisi keruntuhan gedung yang biasanya terjadi pada gedung berlantai lebih dari satu. Bangunan yang di lantai bawah lebih lunak daripada lantai di atasnya, atau dapat dikatakan lantai di atas lebih keras atau kaku dibanding lantai di bawahnya.

Kedua, detail bangunan yang tidak tepat. Di dalam perencanaan bangunan tahan gempa, juga harus memahami filosofi keruntuhan sebuah bangunan, yakni kolom tidak boleh hancur lebih dulu dibandingkan balok. Namun kebanyakan keruntuhan pada kolom bangunan yang terjadi disebabkan sengkang kolom yang kecil dan kurang, serta bangunan menggunakan tulangan polos. Padahal menurut aturan SNI Beton 2002 disebutkan bahwa diameter minimum untuk tulangan sengkang (lateral) elemen kolom, khususnya dalam memikul beban gempa adalah 10 mm. Meskipun boleh polos namun sebaiknya ulir. Sedangkan untuk tulangan, mesti menggunakan tulangan ulir.

Ketiga, kerusakan pada dinding bata yang kebanyakan terjadi karena tidak adanya struktur yang cukup untuk menahan dinding terhadap arah lateral gempa. Meski pada beberapa bangunan lain dinding batanya sudah dikekang dengan baik, tapi ikatannya terhadap beton kurang begitu kuat sehingga batanya tidak mampu menahan energi gempa. Kerusakan inilah yang dialami sebagian proyek terlebih proyek yang sedang dikerjakan. Mungkin bukan bata yang retak tetapi masih sebatas pada plester aci yang sedikit retak, karena retakan akibat gempa dan retakan akibat metode pelaksanaan dapat dibedakan. Kita tahu bahwa biasanya retakan pada plester aci lebih disebabkan pada metode dan campuran yang dipakai .

Keempat, kerusakan terjadi pada mutu beton yang kurang baik. Dibeberapa bangunan, tulangannya masih terpasang dengan rapi, sengkang tidak terlepas, tulangan utama tidak berhamburan, tapi justru inti betonnya yang hancur lebur yang menandakan kualitas beton yang terpasang kurang baik.

Dari beberapa artikel yang pernah saya baca. Kerusakan akibat gempa ini dapat dibedakan menjadi beberapa kategori. Yaitu, kategori kerusakan ringan non struktur, kerusakan ringan struktur, kerusakan struktur tingkat sedang, kerusakan struktur tingkat berat, serta kerusakan tota. Dan semuanya digolongkan berdasarkan ciri-ciri kerusakannya.

Kerusakan ringan non struktur, terdapat retak halus pada plesteran dengan lebar celah lebih kecil dari 0,075 cm. Sedangkan pada kerusakan ringan struktur, adanya retak kecil pada dinding yang mencapai lebar celah 0,075 hingga 0,6 cm. Sementara itu pada kerusakan struktur tingkat sedang, terdapat retak besar dengan celah lebih besar dari 0,6 cm yang menyebar di beberapa tempat termasuk pada kolom dan balok. Di samping itu kemampuan struktur untuk memikul beban sudah berkurang sebagian, namun masih tetap layak huni. Sedangkan pada kerusakan struktur tingkat berat, apabila sekitar 50 persen struktur utama mengalami kerusakan. Dinding pemikul bebannya terbelah dan runtuh serta bangunan terpisah akibat kegagalan unsur-unsur pengikat. Terakhir pada kerusakan total, bangunan roboh seluruhnya atau lebih dari 65 persen serta sebagian besar komponen utama struktur rusak dan tak layak huni lagi.

Setelah mengetahui berbagai kerusakan bangunan akibat gempa, yang dapat kita usahakan adalah membuat kerusakan bangunan tersebut jadi seminimal mungkin. Seperti dengan pemilihan material bangunan yang ringan serta memperhatikan agar struktur pondasi, kolom, balok juga struktur atap menyatu dengan sambungan yang memadai saat membangun rumah, hotel dan bangunan tinggi lainnya.

Perlu juga diperhatikan adalah interior rumah dengan mempertimbangkan situasi setiap ruangan di dalam rumah. Seperti, benda apa saja yang mungkin bisa jatuh dan menimpa kita. Selain itu perlu mengatur barang-barang berat untuk ditempatkan di lantai. Untuk lemari sebaiknya diikat ke dinding dengan dipaku, skrup atau diberi siku, dan benda-benda yang mudah terbakar harus disimpan di tempat yang aman dan tidak mudah pecah. Jadi, jangan sesalkan gempanya, namun lakukan pencegahan dengan memperbaiki konstruksi bangunan yang kurang memenuhi syarat, baik itu dalam segi perencanaan maupun pada waktu pelaksanaan.

Alhamdulillah Ya Alloh, saya dan temen-temen semua baik dan sehat, proyek masih aman dan Bali juga aman meskipun dibeberapa tempat terjadi retakan. Semua kejadian adalah kehendakMu, hamba hanya bisa berdoa semoga selalu senantiasa dalam lindungan-Mu. Aamiin..

Categories: Alam Semesta

Belajar Unsur Kimia dengan Tools

2 February 2011 2 comments

 

Masih ingat dengan “Tabel Periodik Unsur”. Hmm.. membaca dan mendengar ini, maka kita pasti teringat pelajaran Kimia SMA dulu. Karena waktu saya kuliah dulu di Teknik Pertanian dan Teknik Sipil, mata kuliah Kimia Cuman dapat 2 SKS. Bandingkan dengan di SMA, 3 tahun. Kimia, salah satu pelajaran yang saya suka, selain Fisika dan Matematika tentunya. Belajar Kimia memang mengasyikkan. Apalagi guru pengajarnya waktu itu Bapak Nurzaman, punya style tersendiri ketika mengajar. Setiap kali berkata dan menutup kata-katanya, iramanya seperti alunan Ki Dalang yang sedang memainkan para wayangnya. Sehingga tidak sedikit para siswa waktu itu, nyletuk “trok…tok…tok…tok… “ xi..xi.. ya, termasuk saya juga bilang begitu. Maafkan kami ya Pak.🙂

Dengan belajar Kimia, kita dapat mengetahui beraneka ragam pengetahuan yang belum pernah didapat sebelumnya. Di sekolah waktu itu, pelajaran Kimia, Fisika, dan Matematika merupakan pelajaran yang sebagian siswa “enggan” mengenalnya, karena yang terbesit kata susah dan sulit. Namun, jika dapat menyiasati dengan baik, maka ketiga pelajaran tersebut dapat berubah menjadi hal yang menyenangkan.

Sebagai contoh, pelajaran Kimia yang membutuhkan banyak hafalan dan pemahaman terhadap unsur-unsur yang telah lama ditemukan. Unsur dalam kimia adalah zat yang paling sederhana, dan tidak dapat diuraikan menjadi zat yang lebih sederhana lagi. Karena banyaknya unsur tersebut, maka dibuatlah Tabel Periodik Unsur kimia. Tujuannya untuk mempermudah menggolongkan setiap unsur dan mempelajarinya.

Golongan IA :
Hari Libur Naik Kuda Rabu Camis Fere

Golongan IIA :
Beli Mangga Cari Sari Baik Rasa

Golongan IIIA :
Bang Ali Gaya In Tel

Golongan IVA :
Cewek Sing Genit Seneng jadi Pembantu

Golongan VA :
Nenek Pacaran Asik Sambil Bisik-bisik;

Golongan VIA :
Orang Sakit Seneng Telan Pospat

Golongan VIIA :
Farida Cilik Baru Ikutan lompAt

Golongan VIIIA :
Heni Nekat jadi Artis Karena Xexi dan keRen

Ya karena singkatan-singkatan itulah, efeknya sampai sekarang inget terus padahal dari tahun 2000 sampai sekarang 2011. Bisa dibayangkan ! hampir 11 tahun. Tapi gak juga sih, kebetulan sembari bekerja juga saya mengajar privat anak-anak SMA khususnya pelajaran Fisika, Kimia dan Matematika. Jadi selalu ingat xi..xi..

Mungkin belum ada yang tahu, ternyata software tentang Tabel Periodik Unsur tersebut ada lho. Setelah saya buka, dan lihat hasilnya cukup bagus. Tools ini yang sangat membantu dalam belajar sistem periodik unsur.  Penyusunnanya pun disusun persis sesuai standar Tabel Periodik Unsur, yang penggolongannya dibedakan antara gologan yang satu dengan yang lainnya. Belajar kimia terasa lebih mudah dengan aplikasi ini. Sekali klik, unsure yang diminta. Informasi tentang unsur itupun diperlihatkan, dari mulai nama unsur, nomor atom, energy ionisasi sampai dengan  konfigurasi electron. Luar biasa !

Penggunaannya relatif mudah, simple, dan desainnya tidak terlalu rumit. Sesuai untuk memudahkan belajar Kimia. Disamping itu ukuran filenya tidak terlalu besar hanya 361 KB. Cara installnya, setelah download buka .zip-nya. Kemudian simpan ditempat yang mudah diingat. Softwere ini pun portable jadi tidak perlu diinstal, hanya klik gambar apel merah. Ya, hanya klik lambang apel merah, kemudian belajar deh… very simple and easy. Silahkan download di sini

Berikut tampilan dari software tersebut :

“The main window of Periodic Table Of Elements enables you to check out the chemic elements.”


“To calculate molar mass you will use this window.”

“This window will offer you further info about a particular element.”

 

Ok, selamat belajar yah !

Evaluasi Untuk Introspeksi Diri

7 January 2011 Leave a comment

Jumat hari ini tanggal 2 Shafar 1432 H atau 7 Januari 2011. Seperti biasa, sebagai seorang muslim melakukan sholat Jumat yang memang diwajibkan bagi orang laki-laki. Waktu Sholat Dzuhur di Bali 12.15 Wita, saat itu pula berlangsung Sholat Jumat yang dimulai dengan 2 kali Khutbah Jumat. Materi yang dibawakan kali ini adalah catatan akhir tahun bagi seorang muslim, target tahun sebelumnya apakah terlampaui atau malah tidak tercapai sesuai target yang diinginkan ! Yuk, kita evaluasi diri selama satu tahun ini, apakah targetnya tercapai atau malah sebaliknya gagal.

Evaluasi diri dalam menjalani kehidupan di dunia ini adalah sangat penting. Karena hidup di dunia merupakan rangkaian dari sebuah planing dan misi besar seorang hamba, yaitu menggapai keridhaan-Nya. Dan dalam menjalankan misi tersebut, seseorang tentunya harus memiliki visi, perencanaan,, strategi,, pelaksanaan dan evaluasi. Rasulullah bersabda, ‘Orang yang pandai (sukses) adalah yang mengevaluasi dirinya serta beramal untuk kehidupan setelah kematiannya.’

Ungkapan sederhana ini sungguh menggambarkan sebuah visi yang harus dimiliki seorang muslim. Sebuah visi yang membentang bahkan menembus dimensi kehidupan dunia, yaitu visi hingga kehidupan setelah kematian. Seorang muslim tidak seharusnya hanya berwawasan sempit dan terbatas, sekedar pemenuhan keinginan untuk jangka waktu sesaat. Namun lebih dari itu, seorang muslim harus memiliki visi dan planing untuk kehidupannya yang lebih kekal abadi. Karena orang sukses adalah yang mampu mengatur keinginan singkatnya demi keinginan jangka panjangnya. Orang bertakwa adalah yang ‘rela’ mengorbankan keinginan duniawinya, demi tujuan yang lebih mulia, ‘kebahagian kehidupan ukhrawi.’

Muhasabah atau evaluasi atas visi inilah yang digambarkan oleh Rasulullah SAW sebagai kunci pertama dari kesuksesan. Selain itu, Rasulullah SAW juga menjelaskan kunci kesuksesan yang kedua, yaitu action after evaluation. Artinya setelah evaluasi harus ada aksi perbaikan. Karena muhasabah juga tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya tindak lanjut atau perbaikan.

Umar r.a. mengemukakan:

‘Hisablah (evaluasilah) diri kalian sebelum kalian dihisab, dan berhiaslah (bersiaplah) kalian untuk hari aradh akbar (yaumul hisab). Dan bahwasanya hisab itu akan menjadi ringan pada hari kiamat bagi orang yang menghisab (evaluasi) dirinya di dunia.

Maimun bin Mihran r.a. mengatakan:

‘Seorang hamba tidak dikatakan bertakwa hingga ia menghisab dirinya sebagaimana dihisab pengikutnya dari mana makanan dan pakaiannya’.

Pertama kali yang harus dievaluasi setiap muslim adalah aspek ibadah. Karena ibadah merupakan tujuan utama diciptakannya manusia di muka bumi ini. [QS. Adz-Dzaariyaat (51): 56]. Banyak dikalangan orang islam lebih mengutamakan perbedaannya, bukannya urgensi atau target yang dicapainya dengan melakukan ibadah-ibadah tersebut. Salah satunya Seperti meributkan jumlah bilangan rakaatnya, ketimbang tujuan dari Sholat itu sendiri yaitu mencegah perbuatan keji dan mungkar. Itulah sebabnya implikasi dari Sholat kita, tidak membekas pada perbuatan sehari-hari. Sebenarnya bukan itu, urgensi dari masing-masing ibadah. Bukankah tujuan ibadah itu adalah taqwa.

Setiap ibadah dalam Islam, apakah itu shalat, membayar zakat, melaksanakan puasa, dan menunaikan haji, memiliki dua demensi. Pertama, kegiatan ibadah dimaksudkan untuk memenuhi kewajiban atau penggilan Allah SWT, dalam rangka hablum minallah. Kedua, ibadah yang dilakukan oleh hamba Allah itu memiliki implikasi sosial. Dimensi kedua ini menyaran pada implikasi hablum minallah terhadap hablum minannas.

Dalam dimensi kewajiban, ibadah shalat (lima waktu), membayar zakat, menjalankan puasa, dan menunaikan haji merupakan ibadah yang wajib hukumnya (fardlu ‘ain); artinya setiap muslim wajib melaksanakan ibadah-ibadah itu, kecuali haji, ibadah haji wajib hukumnya bagi seorang muslim yang mampu untuk menunaikannya.

Dalam ajaran Islam, ibadah shalat merupakan ibadah yang sangat penting. Karena sangat pentingnya shalat, maka shalat dipandang sebagai tiang agama. Shalat, digariskan sebagai ibadah yang mampu mencegah umat muslim dari perbuatan keji dan munkar, memiliki dimensi sosial, antara lain, mendidik umat manusia untuk berlaku demokratis. Sewaktu melaksanakan ibadah shalat berjamaah di mushalla atau masjid, antar kaum muslimin tidak ada perbedaan; tidak ada perbedaan antara si kaya dan si miskin, bawahan dan atasan, kaum elit dan rakyat biasa dan sebagainya. Seseorang yang paling awal datang ke mushalla atau masjid untuk shalat berjamaah, dia memiliki hak untuk menempatkan diri pada barisan terdepan. Implikasi sosial lebih lanjut bisa dilihat bila seorang muslim kembali ke tengah-tengah masyarakat, dia akan mendahulukan atau memperhatikan hak orang lain ketimbang hak yang dimilikinya. Ini berarti bahwa dia tidak akan merasa menang sendiri, dia tidak akan merasa pintar sendiri, dia tidak akan merasa benar sendiri, tidak melakukan korupsi dan manipulasi, karena dua perbuatan ini mengarah kepada pengambilan sesuatu yang bukan menjadi haknya, dan sebagainya.

Demikian pula, ibadah puasa juga mendidik kaum muslimin untuk tidak berburuk sangka, tidak melakukan pembedaan (discrimination), dan sejenisnya terhadap sesama umat manusia. Hal ini didasarkan pada salah satu unsur puasa adalah menahan lapar dan dahaga. Perasaan lapar dan dahaga merupakan masalah keseharian yang dihadapi oleh orang-orang miskin, namun bukan menjadi masalah bagi orang-orang berada. Pada tataran tertentu, seseorang yang berasal dari kelompok orang berada akan dapat merasakan apa yang dirasakan oleh saudara-saudaranya yang berada di bawah garis kemiskinan, yaitu perasaan lapar dan dahaga. Hal ini, sebenarnya, mengajarkan pada umat manusia untuk tidak berpurbasangka, melakukan diskriminasi atau pembedaan terhadap sesama umat.

Implikasi sosial yang dipancarkan oleh ibadah zakat bisa timbul dari hikmah ibadah puasa. Seperti diketehui dan dirasakan bahwa setiap orang yang berpuasa pasti mengalami rasa lapar dan dahaga. Dengan mengalami sendiri bagaimana rasanya lapar dan dahaga sewaktu berpuasa itu, maka orang-orang dari kalangan kaya terlatih untuk merasakan derita lapar dan dahaga sebagaimana yang dialami oleh golongan fakir-miskin dalam hidup keseharian mereka. Ajaran ini diharapkan dapat menimbulkan rasa belas kasihan dan sifat penyantun si kaya terhadap si miskin. Pada waktu-waktu selepas puasa, diharapkan bahwa si kaya atas kemauannya sendiri akan selalu mengulurkan tangan, memberikan pertolongan dan bantuan baik secara material maupun non-material. Bantuan-bantuan itu bisa berupa infak, sedekah dan zakat (materi) dan nasihat, dorongan moril dan sejenisnya (non-materi). Dalam kehidupan bernegara, ajaran ini menggariskan kepada para pemegang kekuasaan untuk mengarahkan segala kebijakan (ekonomi, politik, dan sosial budaya, dan sebagainya) demi kepentingan orang banyak, khususnya orang miskin, bukan demi kepentingan untuk mencari popularitas dalam rangka mempertahankan kekuasaan mereka.

Implikasi sosial yang terpancar dalam ibadah haji, antara lain, adalah terciptanya persaudaraan sesama umat Islam dari seluruh pelosok dunia dan sekaligus merupakan syiar Islam yang luar biasa. Setiap musim haji tiba, sejumlah besar umat Islam yang berasal dari seluruh penjuru dunia berbondong-bondong ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji. Momen ibadah haji ini bisa dimanfaatkan sebagai syiar Islam dan sekaligus sebagai sarana untuk menjalin persaudaraan sesama muslim sedunia. Usai menunaikan ibadah haji, seorang muslim dapat memanfaatkan momen ibadah yang telah dilaksanakan itu sebagai titik tolak untuk mengembangkan tali persaudaraannya dengan sesama umat muslim, dengan umat sebangsa di tanah airnya secara lebih baik.

Jadi hendaknya menyikapi akhir tahun ini bukannya berhura-hura, tetapi introspeksi diri. Apakah target kita tercapai ? Apakh ibadah kita makin baik atau malah sebaliknya ? Kita bisa evaluasi, kalo kita memiliki target-target yang akan dicapai. Termasuk orang yang beruntung jika bisa melawati sasaran target-target tersebut. Ataukah malah sebaliknya, malah termasuk orang yang merugi karena gagal. Dan ingatlah bahwa, Rasulullah SAW bersabda: ‘Tidak akan bergerak tapak kaki ibnu Adam pada hari kiamat, hingga ia ditanya tentang 5 perkara ; umurnya untuk apa dihabiskannya, masa mudanya, kemana dipergunakannya, hartanya darimana ia memperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, dan ilmunya sejauh mana pengamalannya.’ (HR. Turmudzi).

So, yuk introspeksi lagi diri kita !

Categories: Hikmah Jum'at Tags: ,

Jodohku Siapa Yaa ?

4 January 2011 1 comment

 

Tulisan ini berawal dari ketertarikan saya untuk mengomentari status facebook dari teman saya kala itu. Ada beberapa kalimat yang mengganggu dan mungkin sedikit perlu saya luruskan. Sekali lagi tidak bermaksud apa-apa, hanya sekedar mengemukakan pendapat saya tentang isi dari status tersebut dan bukan pula atas kesombongan pengetahuan yang saya miliki, Karena sesungguhnya setiap ilmu datangnya dari Alloh, manusia tempatnya salah dan lupa, begitupun saya yang tidak luput dari salah. Seandainya ada pihak yang merasa dirugikan, saya mohon maaf, bukan maksud saya untuk itu. Ini hanya sekedar shearing saja..

“Sahabat, hidup ini bukan hanya untuk jodoh dan kawin, sudahlah… jangan terlalu banyak menyia-nyiakan waktu mengejar yang belum pasti menjadi jodoh kita dan banyak bersedih hanya untuk urusan jodoh dan kawin…., dst”

Memang bukan, tapi apakah salah kalo menginginkan seseorang untuk menjadi jodoh kita ? Dalam Islam adalah fitrah bagi makhluk Alloh untuk saling menyukai. Ketertarikan itu adalah fitrah manusia. Hanya saja kita perlu berhati-hati dalam memiliki ketertarikan terhadap seseorang. Salah-salah bisa menjadi penyakit hati dan membawa kita kearah yang tidak diridhoi Alloh. Kita sebagai makhluk Alloh tentu harus mengikuti syariat Alloh. Pendekatan yang disyariatkan Islam adalah taaruf. Taaruf untuk menikah.

Kadang selama ini kita sering kali menganggap jodoh adalah sebuah misteri. Artinya jodoh adalah sesuatu yang tidak dapat diketahui oleh manusia. Hanya Alloh yang mengetahui hal tersebut. Anggapan orang-orang bilang bahwa jodoh adalah misteri adalah terindikasikan bahwa jodoh sesuatu yang telah Alloh tentukan untuk kemudian disembunyikan dari hambanya, sehingga jodoh tetap menjadi misteri. Tetapi benarkah jodoh itu misteri ? Apakah jodoh adalah sesuatu yang telah ditetapkan dan diatur oleh Alloh? Lantas, apakah tidak ada kebebasan bagi manusia untuk memilih jodoh untuk dirinya sendiri.

Memang menikah adalah suatu hal yang sunnah yang perlu dilaksanakan. Tapi bagaimana kalau seseorang belum mapan tapi ada keinginan untuk menikah, baginya menikah bukan sebuah permainan. Karena dalam suatu pernikahan tersimpan suatu yang sakral untuk kita hormati. Untuk itulah biasanya terkadang kita tidak mau terburu-buru. Bukankah nanti jodoh akan datang dengan sendirinya, Alloh yang akan memberi jalan-Nya dalam setiap ikhtiar kita.

Namun demikian, ada hukum kehidupan yang kita kenal dan barangkali kita juga pernah mendengan pepatah ini “tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta.” Artinya untuk memperoleh pasangan hidup bukankah harus ada proses interaksi terlebih dahulu. Jadi sangatlah tidak mungkin kalau seorang berdiam diri saja dirumah. Tanpa berinteraksi atau bermuamalah dengan siapa pun tak akan memperoleh pasangan.

Oleh karena itu menurut saya, jodoh kita berada di tempat dimana kita berada dengan tingkat intensitas yang tinggi. Misalnya, apabila kita sering “nongkrong” di Cafe, kita akan memperoleh jodoh kita ada ditempat dimana kita “nongkrong” tersebut. Seperti ungkapan yang sering kita dengar, “Kalau kita bergaul dengan tukang minyak wangi, kita akan kecipratan wanginya. Begitu juga kalau kita bergaul dengan seorang pembunuh tentunya kita akan kecipratan darahnya pula”. Terserah kita menyikapi ungkapan itu seperti apa. Hampir sama ketika menentukan jodoh! Kalau ingin mendapatkan wanita sholeha, ya kita harus banyak pergi ke Majlis Taklim, atau tempat-tempat yang baik, bukannya ke bar maupun ke pub. Bukankah begitu ?

Jadi jodoh bukanlah sebuah misteri, karena pada dasarnya kita dapat mengetahui siapa yang kira-kira akan menjadi jodoh kita. Lalu bagaimana dengan orang yang sudah menikah dan kemudian cerai, apakah itu bukan jodoh ? Janganlah kita katakan,” bukan jodoh,” atas hal tersebut. Sesungguhnya hal itu merupaka kegagalannya dalam mengelola hubungan dengan seseorang, dimana seseorang masih mengedepankan ego-nya masing-masing. Terus bagaimana dengan yang belum dapat pasangan? Hal itu bukankah berarti Alloh belum memberikan atau memilih seseorang untuk kita. Dan apabila kita masih belum mendapatkan pasangan juga, jangan menghakimi Alloh dengan,” belum jodoh kita,” karena bisa jadi ada yang tidak beres pada diri kita.

Lantas apakah kalo sudah jodoh berarti kebetulan atau takdir ? Apakah sebenarnya kebetulan itu ada. Apa kita bisa merubah takdir ? Takdir sama gak sama nasib ? Kalau nasib bisa diubah, mengapa Alloh sudah menetapkan sebelumnya ? Kebetulan itu tidak ada di dunia ini karena semua telah diatur oleh Alloh. Takdir itu berbeda dengan nasib. Takdir kita adalah ketetapan Alloh. Tugas kita adalah mengolah segala sesuatu yang Alloh berikan atau titipkan kepada kita.

Dan ingat, bukankah dengan segera berkeluarga juga mendapat ridho Alloh dan berpahala. Ibadah itu bukannya hanya Sholat, Puasa, Zakat, Haji saja. Dengan berkeluarga juga termasuk ibadah. Ayat Al Quran saja yang mengatur tentang keluarga sekitar 159 ayat, sedangkan Hadist sekitar 3000-an. Bandingkan dengan ayat tentang perintah Sholat ? Justru sangat sedikit bukan. Betapa Alloh memporsikan keluarga ini begitu besarnya, karena disitu pahalanya banyak dan besar.

Islam tidak semata-mata menganggap bahwa pernikahan merupakan sarana yang sah dalam pembentukan keluarga, bahwa pernikahan bukanlah semata sarana terhormat untuk mendapatkan anak yang sholeh, bukan semata cara untuk mengekang penglihatan, memelihara farji atau hendak menyalurkan biologis, atau semata menyalurkan naluri saja. Sekali lagi bukan alasan tersebut di atas. Akan tetapi lebih dari itu Islam memandang bahwa pernikahan sebagai salah satu jalan untuk merealisasikan tujuan yang lebih besar yang meliputi berbagai aspek kemayarakatan berdasarkan Islam yang akan mempunyai pengaruh mendasar terhadap kaum muslimin dan eksistensi ummat Islam.

Alloh menginginkan kita untuk berusaha. Ada empat hal yang dapat mengubah nasib kita, yaitu: berusaha, berdoa, berbaik sangka kepada Alloh, dan tawakal. Kalo kita sudah berusaha mendekati-nya, dengan cara-cara yang baik dan Alloh ridho, tetapi Alloh berkehendak lain. Itu lain soal, baru kita serahkan kepada Alloh. Semoga kita disegerakan mendapat jodoh yang kita inginkan dan terbaik. Aamiin. Itu saja.

 

Ilustrasi : by google

Categories: Keindahan Islam Tags: ,

GOODBYE 2010 and WELCOME 2011

31 December 2010 Leave a comment

Beberapa jam lagi kita menghadapi tahun baru Masehi, 2011. Seluruh manusia bersiap-siap dan beramai-ramai merayakan Tahun Baru ini. Berbagai rencanapun telah mereka siapkan untuk menyambutnya. Ada yang menghambur-hamburkan, dengan pergi ke Negara lain. Yang tujuannya hanya untuk merayakan tahun baru. Dan tidak sedikit pula, mereka yang berdiam diri, merenung, instrospeksi diri, apa yang sudah dilakukan pada tahun ini dan lain sebagainya. Sungguh ironis melihat bagaimana sebagian besar masyarakat Indonesia yang mayoritas Islam lebih memfokuskan dan melakukan pesta besar-besaran pada saat Tahun Baru Masehi (1 Januari) dibanding Tahun Baru Islam yang lebih banyak hikmahnya lewat perjuangan Rasulullah menyebarkan ajaran Islam yang sangat dimuliakan Alloh SWT.

Tidak dipungkiri memang, besarnya animo masyarakat terhadap pergantian tahun ini. Mereka rela berdesak-desakan, berhimpit-himpitan, beramai-ramai hanya ingin merasakan dan meramaikan momentum pergantian tahun baru. Tua-muda, cowo-cewe, anak-anak, dan beragam gender pun larut dalam hiruk pikuknya merayakan tahun baru tiba. Memangnya gak boleh ya pik ? Sebenarnya perayaan tahun baru ini tidak ada tuntunannya dari Rasulullah SAW. Semua itu hanyalah sebuah pemborosan, membuang-buang harta untuk hal yang sia-sia dan tidak ada manfaatnya sama sekali. Kalo kita mau saja merenung sejenak hakikat tahun baru ini niscaya yang akan ramai adalah tempat-tempat ibadah. Bukannya pantai, mall dan lain sebagainya. Betulkan ! 😎

Tahun baru ini (2011), saya pertama kalinya merasakan atmosfir tahun baru di Bali. Belum juga malem, jalanan udah macet, jadi teringat Jakarta kalo begini. Memang sebelumnya pernah kemana saja pick ? Gak ada 😕 , dan belum pernah merayakan tuh xi..xi.. Kemeriahan dan keramaian puncak tahun baru, biasanya nonton di TV saja, karena memang saya tidak terlalu suka pada tempat-tempat yang terlalu ramai, males. Penghujung tahun dan hari pertama tahun baru masehi merupakan momen yang sangat berharga bagi sebagian orang dan sangat ditunggu. Ya, sedikit berbeda dengan saya.

Di Indonesia, saat malam pergantian tahun baru Masehi, para muda-mudi biasanya menggelar berbagai pesta. Di antara mereka ada yang bergadang larut malam untuk menunggu jam 00.00 tiba. Apabila waktunya telah tiba, mereka bergembira dan dengan serentak meniup terompet dan berpesta kembang api. Tidak sedikit pula yang merayakannya dengan pawai sepeda motor pun dimulai dengan menarik gas sepenuhnya disertai yel-yel yang memekakkan telinga. Pada hari pertama tahun Masehi, tidak sedikit pila yang menghadiri panggung-panggung hiburan konser musik yang digelar di berbagai tempat di alun-alun, THR (tempat hiburan rakyat), maupun di tempat-tempat rekreasi lainnya seperti ancol dan lain-lain.

Campur baur antara muda-mudi, bergandengan tangan dengan lawan jenis, gelak tawa dan canda, isapan rokok yang bagaikan asap dari cerobong pabrik, serta berbagai minuman menjadi teman akrab yang senantiasa menyertai mereka. Televisi, radio, dan para pemilik pusat perbelanjaan tidak mau absen dari ikut serta memeriahkan tahun baru. Berbagai promosi dan diskon besar-besaran diadakan dalam rangka menyambut Natal dan tahun baru Masehi. Begitu meriah acara yang digelar oleh mereka untuk menyambut kedatangan tahun baru masehi tersebut, sehingga membuat kebanyakan orang terbuai, tidak sadar ikut hanyut terbawa arus. Mereka tidak melihat berbagai macam dilema keagamaan, sosial, dan masyarakat yang timbul karenanya.

Fenomena seperti ini merupakan realita kehidupan yang senantiasa berulang setiap pergantian tahun. Bahkan dari tahun ke tahun makin bertambah semarak dan makin tidak terkendalikan arusnya. Pada dasarnya kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada tahun mendatang, dan kita tidak bisa meramal untuk itu, sungguh ilmu kita terbatas. Bukankah setiap kejadian yang terjadi tidak luput dari kehendak-Nya. Tahun ini, Wallohu a’lam (hanya Alloh yang tahu) apakah yang akan terjadi dan mewarnai awal tahun baru Masehi di negeri kita ini. Semoga kebaikan yang terjadi, bukan malah sebaliknya murka Alloh dengan banyaknya bencana. Sesungguhnya kita mohon perlindungan Alloh SWT dari yang demikian.

Seorang muslim yang memiliki kecemburuan besar terhadap agamanya, tentu tidak setuju dengan semua itu, dan tentu tidak setuju bila hal itu sampai terjadi di tengah keluarga kita. Kita semua harus tahu bahwa pergantian tahun merupakan tanda kebesaran dan kekuasaan Alloh yang tiada tara, yang hanya dipahami oleh orang-orang yang berakal yang memikirkan tanda-tanda kekuasaan-Nya, sebagaimana firman-Nya (yang artinya):

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Alloh sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), ‘Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.’” (Qs.Ali Imron [3]: 190-191)

Makin bertambah usia kita seharusnya makin ia sadar akan memanfaakan waktu dengan mengerjakan sesuatu yang bermanfaat di dunia dan di akhirat serta menjauhkan dirinya dari sesuatu yang membahayakan. Hendaklah kita mengingat masa penangguhan hidup kita di dunia. Ketika seorang muslim memasuki tahun baru, ia akan ingat bahwa berarti ia makin mendekati akhir masa penangguhan hidup di dunia ini. Bila senantiasa mengingat hal ini, maka kita pun akan semakin bersemangat mencari bekal untuk mendapatkan kebahagiaan ukhrowi (akhirat) yang kekal abadi.

Didalam tahun baru ini selayaknya kita introspeksi diri dengan semua apa-apa yang telah kita perbuat pada tahun-tahun sebelumnya. Hendaknya  kita membuat amalan yang baik sebanyak-banyaknya, untuk tetap kita pertahankan dan kita tingkatkan porsi amalan yang baik untuk kita kerjakan. Dan meninggalkan semua perbuatan yang tidak bermanfaat, baik untuk diri kita ataupun orang sekitar kita.

Kita senantiasa berusaha untuk menjadi hamba Alloh SWT yang taat akan perintahnya, dengan menjalankan semua kewajiban dan menjauhi segala larangannya. Dan bukanlah Alloh SWT telah berfirman bahwa manusia adalah hambanya yang memiliki tugas untuk beribadah. Kalaulah ditahun-tahun lalu kita masih sering melakukan berbagai kekurangan, maka marilah kita kejar kekurangan-kekurangan itu dengan semangat memperbaiki diri menuju kesempurnaan, baik itu dalam beribadah, bekerja, bermasyarakat, dan berkreasi.

Dan jika dimasa-masa lalu masih banyak berbagai kemaksiatan yang kita lakukan, maka marilah kita ganti kemaksiatan itu dengan semangat memperbanyak amalan-amalan saleh. Kapan lagi kita memperbaiki diri, kalau bukan dimulai dari sekarang ? Dan pantaskah kita menundanya? Padahal kita tidak tahu kapan kehidupan didunia ini berakhir ?  😦

Akhirnya yuk, kita akhiri tahun 2010 dan menyambut tahun 2011 ini dengan memanjatkan doa, seraya menengadahkan tangan kita mudah-mudahan ditahun-tahun mendatang membawa kebaikan untuk kita semua.

Bismillahorrohmanirrohiim.

Ya Alloh,

Segala yang telah kami kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untuk kami, dan Engkau telah mengajak kami untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat. Karena itu ya Alloh, kami mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada kami dengan kemurahan-Mu.

Segala apa yang telah kami kerjakan, selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhoi dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, kami mohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan, semoga berkenan menerima amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah.

Ya Allah,

Engkaulah Yang Abadi, Dahulu, lagi Awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu yang Agung dan Kedermawanan-Mu tempat bergantung.

Dan ini tahun baru benar-benar telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan dalam tahun ini dari (godaan) setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya. Dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan, agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan.

Dan semoga Alloh memberikan rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad, Nabi yang Ummi dan ke atas keluarga dan sahabatnya.

 

Aamiin ya Robbal a’lamiin

Hujan lagi …

28 December 2010 Leave a comment

 

Hujan lagi, hujan lagi, itulah kata yang sering kita lontarkan manakala hujan tiba. Kita itu terkadang aneh ya, saat kemarau, kering pengin sekali agar segera diturunkan hujan, tidak sedikit pula yang melaksanakan Sholat Istisqo (Sholat minta hujan). Dan ketika hujan, malah banjir. Sepertinya bumi ini tidak sanggup lagi menampung air hujan. Mungkin karena keserakahan manusia, yang tidak menempatkan sesuatu sesuai dengan porsinya yang mengakibatkan terjadinya banjir. Banyaknya lahan yang sudah berubah fungsi, memicu terjadinya banjir dimana-mana.

Masuknya musim penghujan itu adalah bulan Oktober – Maret. Maka pantaslah dibulan ini, Desember musim hujan, hampir disetiap kawasan di Indonesia. Hal ini bisa dilihat pada beberapa Berita di TV yang menampilkan prakiraan Cuaca, semuanya hujan. Sudah waktunya hujan, jadi jangan disalahkan kalo tiba-tiba hujan, mau hujan pagi, siang, ataupun malam, ya suka-suka hujan dong. Terkadang kitanya saja, yang menempatkannya terlalu berlebihan. Memang tidak dipungkiri, karena datangnya hujan yang secara tiba-tiba sehingga kira merasa resah, galau, marah berbagai alasanpun dilontarkan, seperti mana cucian belum kering, waktunya berangkat ke kantor, kendaraan udah kinclong, dan sebagainya.

Namun nampaknya ada pergeseran musim penghujan, sekarang setiap bulan hampir sepenuhnya hujan. Salah satu penyebabnya adalah efek rumah kaca. Meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi akibat peningkatan jumlah emisi Gas Rumah Kaca di atmosfer menyebabkan pemanasan global. Pemanasan global akan diikuti dengan perubahan iklim, seperti meningkatnya curah hujan di beberapa belahan dunia sehingga menimbulkan banjir dan erosi. Sedangkan, di belahan bumi lain akan mengalami musim kering yang berkepanjangan disebabkan kenaikan suhu ini. Masalah efek rumah kaca dan permasalahan yang ditimbulkannya, akan saya bahas dilain waktu.

Membahas tentang hujan, saya teringat kembali saat kuliah dulu di Bogor Agriculture University (IPB). Loh ko, harusnya UPB dong, bukan IPB ? Bukankah I disitu harusnya Institute, kenapa jadi University. Mungkin karena cabang ilmu yang diajarkan sudah banyak dan complex, mulai dari manajemen, ilmu pertaniannya dan sebagainya. Dan setahu saya, Institut hanya untuk satu bidang ilmu saja. Ya, tentu itu alasan perkiraan saya saja. Lebih jelasnya, silakan tanyakan sendiri yah ke IPB-nya.

Yuk kita bahas tentang hujan, apasih yang menyebabkan ?


Hujan adalah peristiwa turunnya air dari langit ke bumi. Awalnya air hujan berasal dari air dari bumi seperti air laut, air sungai, air danau, air waduk, air rumpon, air sawah, air comberan, air susu, air jamban, air kolam, air ludah, dan lain sebagainya. Selain air yang berbentuk fisik, air yang menguap ke udara juga bisa berasal dari tubuh manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, serta benda-benda lain yang mengandung air.

Air-air tersebut umumnya mengalami proses penguapan atau evaporasi akibat adanya bantuan panas matahari. Air yang menguap / menjadi uap melayang ke udara dan akhirnya terus bergerak menuju langit yang tinggi bersama uap-uap air yang lain. Di langit yang tinggi uap tersebut mengalami proses pemadatan atau kondensasi sehingga membentuk awan. Dengan bantuan angin awan-awan tersebut dapat bergerak kesana-kemari baik vertikal, horizontal dan diagonal.

Akibat angin atau udara yang bergerak pula awan-awah saling bertemu dan membesar menuju langit / atmosfir bumi yang suhunya rendah atau dingin dan akhirnya membentuk butiran es dan air. Karena berat dan tidak mampu ditopang angin akhirnya butiran-butiran air atau es tersebut jatuh ke permukaan bumi (proses presipitasi). Karena semakin rendah suhu udara semakin tinggi maka es atau salju yang terbentuk mencair menjadi air, namun jika suhunya sangat rendah maka akan turun tetap sebagai salju.

Hujan tidak hanya turun berbentuk air dan es saja, namun juga bisa berbentuk embun dan kabut. Hujan yang jatuh ke permukaan bumi jika bertemu dengan udara yang kering, sebagian hujan dapat menguap kembali ke udara. Bentuk air hujan kecil adalah hampir bulat, sedangkan yang besar lebih ceper seperti burger, dan yang lebih besar lagi berbentuk payung terjun. Hujan besar memiliki kecepatan jatuhnya air yang tinggi sehingga terkadang terasa sakit jika mengenai anggota badan kita.


Hujan yang berlebih pada suatu lokasi dapat menimbulkan bencana pada kehidupan di bawahnya. Banjir dan tanah longsor adalah salah satu akibat dari hujan yang berlebihan. Perubahan iklim di bumi akhir-akhir ini juga mendukung persebaran hujan yang tidak merata sehingga menimbulkan berbagai masalah di bumi. Untuk itu kita sudah semestinya membantu menormalkan iklim yang berubah akibat ulah manusia agar anak cucu kita kelak tidak menderita dan terbunuh akibat kesalahan yang kita lakukan saat ini.

Masalahnya sekarang, kapan ya hujan ini berhenti. Ko, malah makin besar. Gak bisa ngapa-ngapain nih, ya sudahlah mending tarik sarung lagi dan tidur..😦

Categories: Alam Semesta

Manusia sebagai Khalifah

24 December 2010 Leave a comment

Sebelum membahas tema dari Khutbah Jumat tadi siang. Sekedar mengingatkan apasih keistimewaan hari Jumat dan kenapa kita sebagai muslim khususnya laki-laki diwajibkan Sholat Jumat. Hari Jumat adalah hari penting bagi kaum muslim, dibandingkan dengan hari-hari yang lainnya. Mari simak hadits Rasululloh SAW berikut. “Sebaik-baik hari adalah hari Jum’at, pada hari itulah diciptakan Nabi Adam, dan pada hari itu dia diturunkan ke bumi, pada hari itu pula diterima taubatnya, pada hari itu pula beliau diwafatkan, dan pada hari itu pula terjadi kiamat. Pada hari itu ada saat yang kalau seorang muslim menemuinya kemudian sholat dan memohon segala keperluannya kepada Alloh, niscaya akan dikabulkan.” (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasai).

Pada hari Jumat pula dilakukan Jum’atan, ibadah khusus seminggu sekali yang wajib diikuti oleh kaum lelaki muslim. Tentu saja ada dalilnya mengapa ibadah Jum’atan ini wajib dilakukan, yakni :

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu diseru untuk melaksanakan sholat pada hari Jumat, maka bersegeralah mengingat Alloh dan tinggalkanlah jual beli, dan itu lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui.” (QS Al Jumu’ah (62) : 9)

“Hendaklah orang-orang itu berhenti dari meninggalkan sholat Jumat atau kalau tidak, Alloh akan menutup hati mereka kemudian mereka akan menjadi orang yang lalai.”            (HR. Muslim).

“Sungguh aku berniat menyuruh seseorang (menjadi imam) sholat bersama-sama yang lain, kemudian aku akan membakar rumah orang-orang yang meninggalkan sholat Jum’at.” (HR. Muslim)

“Sholat Jumat itu wajib bagi tiap-tiap muslim, dilaksanakan secara berjama’ah terkecuali empat golongan, yaitu  hamba sahaya, perempuan, anak kecil dan orang yang sakit.”  (HR. Abu Daud dan Al-Hakim, hadits shahih)

Dengan demikian, nyatalah bahwa ibadah Jum’atan adalah kewajiban bagi kaum muslim terutama laki-laki yang sudah baligh, sehat, dan bermukim (tidak sedang bepergian). Dan apa jadinya jika kita dengan sengaja meninggalkan Sholat Jumat, pastilah berdosa.

Berikut ulasan singkat, oleh-oleh Jumatan kali ini,

Alloh menciptakan langit tanpa tiang serta semua bintang yg menghiasi dan Alloh turunkan dari air hujan dan tumbuh dengan segala jenis tumbuh-tumbuhan. Bumi terhampar sangat luas segala jenis makhluk bertempat tinggal diatasnya, berbagai kenikmatan dikandungnya dan tiap orang dengan mudah bepergian ke mana yang dia inginkan. Binatang ada dengan berbagai jenis bentuk dan warnanya. Tumbuh-tumbuhan dengan segala jenis dan buah-buahan dgn segala rasa dan warnanya. Laut yang sangat luas dan segala rizki yg ada di dalamnya, semua mengingatkan kita kepada kebesaran Alloh dan ke-Maha Agungan-Nya.

Kita meyakini bahwa Alloh menciptakan semua itu memiliki tujuan dan tidak ada yang sia-sia. Maka dari itu mari kita berlaku jujur pada diri kita dan di hadapan Alloh bahwa kita juga diciptakan oleh Alloh tidak sia-sia dalam arti kita diciptakan memiliki tujuan tertentu yg mungkin berbeda dengan yang lainnya.

Banyak sekali dalam Al Quran yang menerangkan tentang ini, salah satunya,

“Maka apakah kalian mengira bahwa sesungguh Kami menciptakan kalian secara main-main dan bahwa kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS Al Mu’minun (23) :115)

Manusia dengan segala nikmat yang diberikan Alloh SWT memiliki kedudukan yang tinggi di hadapan makhluk yang lain. Tentu hal ini menunjukkan bahwa mereka diciptakan untuk satu tujuan yang mulia agung dan besar. Tujuan inilah yang telah disebutkan oleh Alloh SWT di dalam Al Qur’an :

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan utk menyembah-Ku.”  (QS Adz Dzaariyaat  (51) : 56)

Semua nikmat yang diberikan oleh Alloh kepada manusia tidak lain hanya untuk membantu mereka dalam mewujudkan tugas dan tujuan yang mulia ini. Alloh SWT menciptakan alam semesta dan menentukan fungsi-fungsi dari  setiap elemen alam ini. Mata hari punya fungsi, bumi punya fungsi, udara punya fungsi, begitulah seterusnya; bintang-bintang, awan, api, air, tumbuh-tumbuhan dan seterusnya hingga makhluk yang paling kecil masing-masing memiliki fungsi dalam kehidupan. Lantas apa sebenarnya fungsi manusia dalam pentas kehidupan ini? Apakah sama fungsinya dengan hewan dan tumbuh-tumbuhan? atau mempunyai fungsi yang lebih istimewa ?

Agama Islam mengajarkan bahwa manusia memiliki dua golongan, yaitu sebagai hamba Alloh (abdullah) dan sebagai wakil Alloh (khalifatullah) di muka bumi. Sebagai hamba Alloh, manusia adalah kecil dan tak memiliki kekuasaan. Oleh karena itu, tugasnya hanya menyembah kepada-Nya dan berpasrah diri kepada-Nya. Tetapi sebagai khalifatullah, manusia diberi fungsi sangat besar, karena Alloh Maha Besar maka manusia sebagai wakil-Nya di muka bumi memiliki tanggung jawab dan otoritas yang sangat besar.

Sebagai khalifah, tentu manusia diberi tangung jawab pengelolaan alam semesta untuk kesejahteraan umat manusia Karena alam semesta memang diciptakan Alloh untuk manusia. Sebagai wakil Tuhan manusia juga diberi otoritas ketuhanan seperti menyebarkan rahmat Tuhan, menegakkan kebenaran, membasmi kebatilan, menegakkan keadilan, dan bahkan diberi otoritas untuk menghukum mati manusia. Sebagai hamba manusia adalah kecil, tetapi sebagai khalifah Alloh, manusia memiliki fungsi yang sangat besar dalam menegakkan sendi-sendi kehidupan di muka bumi. Oleh karena itu, manusia dilengkapi akal, hati, syahwat dan hawa nafsu, yang kesemuanya sangat memadai bagi manusia untuk menjadi makhluk yang sangat terhormat dan mulia. Disamping berpotensial juga untuk terjerumus hingga pada posisi lebih rendah dibanding binatang.

 

Ilustrasi : by google

Categories: Hikmah Jum'at